Udara Jakarta tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker

7 jam yang lalu 6
Udara Jakarta tak Sehat Pagi Ini, Warga Diimbau Pakai Masker Ilustrasi: Kabut polusi udara menyelimuti area di Jakarta, Senin (6/7/2026).( ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

KUALITAS udara di DKI Jakarta kembali berada pada level mengkhawatirkan. Berdasarkan info situs pemantau kualitas udara IQAir pada Kamis (13/8) pagi pukul 06.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta menembus nomor 156, nan menempatkannya dalam kategori tidak sehat.

Masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan.

Sebagai perbandingan, posisi puncak kota dengan kualitas udara terburuk di bumi ditempati oleh Uganda dengan indeks kualitas udara di nomor 209, lampau urutan kedua adalah Kuching, Malaysia di nomor 176 dan di urutan ketiga adalah Lahore, Pakistan di nomor 173.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan tiga strategi utama nan tengah dijalankan untuk memperbaiki kualitas udara. Sektor transportasi menjadi perhatian utama mengingat sektor ini menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta.

Strategi pertama ialah ekspansi jangkauan jasa bus Transjabodetabek untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, seperti Blok M-Alam Sutera, Blok M-PIK 2, hingga rencana pembukaan rute baru Blok M-Bandara Soekarno Hatta.  

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun membujuk masyarakat untuk memanfaatkan jasa transportasi publik nan telah disediakan Pemprov DKI. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan patokan mengenai pemberlakuan jasa transportasi umum cuma-cuma bagi 15 golongan masyarakat.  

Saat ini, konektivitas transportasi Jakarta telah mencapai 92 persen nan menempatkan Jakarta di posisi ke-17 bumi dan ranking kedua di ASEAN setelah Singapura.

Strategi kedua berfokus pada elektrifikasi pikulan umum. Pramono pun telah menargetkan pengoperasian 10.000 bus listrik Transjakarta pada 2030.  

"Kalau itu bisa dilakukan, secara signifikan bakal mengurangi kontribusi terhadap emisi itu," kata Pramono saat menghadiri aktivitas Townhall Meeting nan membahas rumor dan solusi mengatasi polusi udara di Melting Pop, M Bloc, Kebayoran Baru, Selasa.  

Selain transportasi, sektor pengelolaan sampah juga menjadi perhatian Pemprov DKI dengan mempercepat pembangunan akomodasi pengolahan sampah ITF (Intermediate Treatment Facility) di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat. Proyek ini ditargetkan mulai melangkah pada pertengahan tahun ini.  

"Kalau itu bisa dilakukan, maka kontribusi nan signifikan bakal mengurangi alias menurunkan kontribusi emisi nan ada di Jakarta," pungkasnya.

(Ant/P-4)

Selengkapnya