Una Eterna Rilis SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Rayakan Kekacauan Musik Lokal

1 jam yang lalu 3
Una Eterna Rilis SOUNDSYSTEM EVANGELIST, Rayakan Kekacauan Musik Lokal Una Eterna(MI/HO)

ADA sesuatu nan menarik ketika seorang musisi berakhir mengejar kesempurnaan dan mulai menerima kekacauan sebagai bahasa utamanya. Di titik itulah SOUNDSYSTEM EVANGELIST lahir, album terbaru dari Una Eterna, seniman multidisiplin nan selama ini dikenal lewat beragam medium, mulai dari ilustrasi, desain, penulisan, produksi musik, hingga DJ set di bawah moniker unETERNAlly.

Alih-alih melanjutkan formula nan dianggap sukses melalui rilisan sebelumnya, Una justru mengambil langkah mundur. Bukan lantaran kehilangan arah, melainkan lantaran mempertanyakan seluruh proses kreatifnya sendiri.

Rasa tidak puas terhadap karya-karyanya menjadi titik awal pencarian baru: kembali mengunjungi musik-musik nan membentuk dirinya sejak kecil, lampau membiarkan semuanya berbenturan tanpa perlu mencari pembenaran.

Eksperimen Bunyi dan Nostalgia Lokal

Hasilnya adalah sebuah album nan menolak dikotomi antara nan dianggap "serius" dan "receh". Di dalamnya, funkot, breakcore, reggae, dangdut, hardcore, hingga internet music saling berkelindan dalam satu ruang nan sama. Tidak ada upaya untuk merapikan tumbukan tersebut; justru dari kekacauan itulah identitas album ini terbentuk.

Jika banyak rilisan elektronik hari ini sibuk mengejar estetika futuristik, SOUNDSYSTEM EVANGELIST justru menemukan masa depannya melalui nostalgia nan sangat lokal. Album ini menjadi pengingat bahwa musik dansa Indonesia tidak pernah memerlukan pengesahan dari luar untuk terdengar radikal. Funkot, reggae, dan dangdut datang bukan sebagai gimmick alias ironi, melainkan sebagai fondasi nan sejak awal memang layak dirayakan.

Detail Album Informasi
Judul Album SOUNDSYSTEM EVANGELIST
Artis Una Eterna (unETERNAlly)
Tanggal Rilis 24 Juli 2026
Label Anti Trust Records
Platform Bandcamp, Subvert.fm
Genre/Unsur Funkot, Breakcore, Reggae, Dangdut, Hardcore, Internet Music

Pendekatan DIY dan Penghormatan Personal

Sebagian besar materi dalam album diproduksi dan direkam sendiri oleh Una Eterna di kamarnya. Meski dominan dikerjakan secara mandiri, sejumlah kerjasama turut datang melalui Cahya Nugraha pada salah satu komposisi, serta emmcare nan berkontribusi dalam proses produksi untuk lagu lainnya. Seluruh artwork juga dikerjakan langsung oleh Una, memperkuat pendekatan DIY (Do It Yourself) nan menjadi bagian krusial dari praktik kreatifnya.

Di kembali seluruh penelitian tersebut, SOUNDSYSTEM EVANGELIST tetap terasa sangat personal. Album ini menjadi corak penghormatan kepada Mbah Surip, sosok nan disebut Una sebagai pintu masuk pertamanya terhadap musik sejak usia empat tahun.

“Album ini adalah penghormatan untuk Mbah Surip nan mengenalkan saya pada musik sejak usia empat tahun, sekaligus ucapan terima kasih untuk komunitas, teman-teman, para kolaborator, dan Anti Trust Records nan telah mendukung saya hingga album ini bisa terwujud,” ujar Una Eterna.

Lebih dari sekadar album elektronik, karya ini merupakan refleksi atas langkah mendengar nan lahir dari pengalaman sehari-hari—di mana musik lokal, kultur internet, dan beragam pengaruh nan tampak bertolak belakang dapat hidup berdampingan tanpa kudu kehilangan identitas masing-masing. Album ini menawarkan pandangan bahwa inspirasi tidak selalu datang dari sesuatu nan jauh, tetapi juga dari bunyi-bunyian nan telah lama menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia. (Z-1)

Selengkapnya