Update Gempa NTT: 48 Meninggal Dunia, Tim SAR Perluas Pencarian

1 jam yang lalu 4
 48 Meninggal Dunia, Tim SAR Perluas Pencarian Tim SAR Menembus Wilayah Pedesaan untuk mencari dan mengevakuasi korban gempa, Minggu (16/8).(MI/Dok SAR Maumere)

TIM SAR Gabungan terus memperluas jangkauan operasi pencarian dan pertolongan pada hari kedua pascagempa bumi magnitudo 7,7 nan mengguncang wilayah Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Fokus utama petugas saat ini adalah menyisir wilayah terdampak dan menangani penduduk nan memerlukan pertolongan darurat.

Berdasarkan info sementara nan dihimpun hingga Minggu (16/8) pukul 08.30 Wita, jumlah penduduk nan terdampak musibah ini mencapai 112 orang. Proses verifikasi info terus melangkah seiring dengan upaya pemindahan di lapangan.

Kategori Korban Jumlah (Jiwa)
Meninggal Dunia 48
Luka Berat & Ringan 64
Total Terdampak 112

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menjelaskan bahwa operasi hari kedua ini diprioritaskan di dua titik utama, ialah Kota Mbay di Kabupaten Nagekeo dan area Reo di Kabupaten Manggarai.

Sejak pukul 06.00 Wita, personel SAR berbareng perangkat utama (alut) telah dikerahkan ke lokasi-lokasi krusial. Salah satu pencapaian krusial dalam operasi pagi ini adalah terbukanya akses darat menuju wilayah Reo nan sebelumnya terputus total akibat material longsor.

“Tim Rescue Pos SAR Manggarai Barat nan bekerja melakukan pencarian di wilayah Manggarai Timur telah sukses mengakses jalur darat di wilayah Reo. Dengan terbukanya akses tersebut, pencarian dapat kembali diperluas untuk menjangkau wilayah-wilayah nan sebelumnya terisolasi,” ujar Fathur Rahman.

Selain melakukan pencarian fisik, Tim SAR Gabungan juga memperkuat koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta beragam unsur potensi SAR lainnya. Langkah ini diambil untuk memastikan pendataan korban tetap jeli mengingat sifat info nan tetap dinamis.

Fathur mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta untuk selalu mengikuti pengarahan resmi dari petugas di lapangan dan tidak mudah terprovokasi oleh info nan tidak jelas sumbernya. (Z-1)

Selengkapnya