Update Gempa NTT: 68 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak

2 jam yang lalu 5
 68 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Rumah Rusak Warga beristirahat di tenda posko pengungsian korban gempa bumi NTT di Lapangan Barangkolong, Reo, NTT, Senin (17/8/2026).(ANTARA/Fikri Yusuf)

PEMERINTAH, melalui Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), melaporkan akibat terbaru gempa bumi Magnitudo 7,7 nan mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari ketiga penanganan darurat, tercatat sebanyak 68 orang meninggal bumi dan 213 lainnya mengalami luka-luka.

Plt. Kepala Pusdatinkomben BNPB, Berton Panjaitan, mengungkapkan bahwa aktivitas kegempaan di wilayah terdampak tetap tergolong tinggi. Berdasarkan info Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) hingga Senin (17/8) sore, telah terjadi 1.576 kali gempa susulan.

“Aktivitas kegempaan tetap naik turun dan pola peluruhan belum terlihat jelas. Kami perkirakan kondisi bakal mulai stabil dalam dua hingga tiga minggu ke depan,” ujar Berton dalam siaran pers di Media Center Kantor Bupati Manggarai Barat.

Data Korban Jiwa dan Luka-luka

Korban meninggal bumi tersebar di tujuh kabupaten, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Berikut adalah rincian sebaran korban berasas info BNPB:

Kabupaten Meninggal Dunia Luka-luka
Manggarai 26 119 (31 berat, 88 ringan)
Manggarai Timur 24 -
Nagekeo 8 -
Sikka 4 -
Ende 2 -
Manggarai Barat 2 -
Ngada 2 -
Total 68 213

Kerusakan Infrastruktur

Guncangan dahsyat ini juga mengakibatkan kerusakan masif pada ribuan bangunan. Di Kabupaten Ngada, tercatat 1.796 unit rumah rusak, serta puluhan akomodasi publik mulai dari sekolah hingga instansi pemerintahan. Sementara di Manggarai Barat, kerusakan mencakup ratusan rumah dan dua unit hotel.

Di Kabupaten Ende, selain kerusakan pada 461 rumah (berbagai kategori), terdapat lima titik ruas jalan nan terdampak, nan sempat menghalang akses mobilitas warga.

Respon Darurat dan Pelayanan Kesehatan

Untuk menangani krisis kesehatan, Kementerian Kesehatan telah mengirimkan dua unit rumah sakit lapangan nan ditempatkan di Ruteng (Manggarai) dan Nagekeo. Selain itu, sembilan titik Health Emergency Operation Center (HEOC) telah diaktifkan guna memperkuat koordinasi medis di lapangan.

Dukungan personel campuran dari TNI-Polri dan lembaga mengenai mencapai 1.467 orang. Basarnas juga tetap menyiagakan personel di tujuh kabupaten, meski saat ini sudah tidak ada laporan penduduk nan hilang.

Dukungan Logistik & Alutsista:

  • 10 unit alutsista udara (helikopter TNI & pesawat kargo) di Labuan Bajo dan Maumere.
  • 27 truk BNPB untuk pengedaran darat.
  • 1 unit KRI untuk menjangkau wilayah terisolasi.
  • 882 unit tenda (215 tenda pengungsi, 667 tenda keluarga).

Pemulihan Infrastruktur Dasar

Upaya pemulihan jasa dasar menunjukkan progres signifikan. PLN melaporkan bahwa pasokan listrik telah pulih hingga 99,4%, mencakup sekitar 564.065 jiwa. Di sektor komunikasi, Telkomsel menyatakan jaringan di 10 kabupaten/kota sebagian besar telah pulih, meski perbaikan intensif tetap dilakukan di Manggarai Timur (76,3%) dan Manggarai (94%).

Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas di tingkat kabupaten nan dipimpin oleh Forkopimda setempat, didukung oleh Posko Pendampingan Nasional (Pospenas) di Labuan Bajo dan Maumere untuk memastikan seluruh support tersalurkan dengan tepat sasaran. (Z-1)

Selengkapnya