Ilustrasi(magnifik)
BENTUKNYA nyaris sama-sama USB-C, tetapi keahlian pengisian dayanya bisa sangat berbeda. Inilah nan sering membikin pengguna mengira semua charger USB-C pasti bisa memberikan kecepatan fast charging nan sama.
Padahal, USB-C hanya merujuk pada corak konektornya, sedangkan kecepatan pengisian ditentukan oleh teknologi dan protokol nan digunakan perangkat, charger, serta kabel.
USB-C Tidak Selalu Berarti Fast Charging
USB-C memang semakin menjadi standar hubungan pada smartphone modern. Selain mengisi daya, port ini juga dapat digunakan untuk transfer data, menghubungkan perangkat eksternal, hingga mengirimkan tampilan ke monitor pada perangkat nan mendukungnya. Namun, keahlian USB-C tidak otomatis menentukan seberapa sigap baterai terisi.
Karena itu, charger 100W tidak bakal membikin smartphone nan hanya mendukung 20W menerima daya 100W. Sebaliknya, jika ponsel memerlukan protokol tertentu tetapi charger tidak kompatibel, keahlian fast charging bisa turun.
PD, PPS, hingga SuperVOOC, Apa Bedanya?
USB Power Delivery (USB PD) menjadi salah satu standar pengisian nan paling elastis lantaran digunakan pada beragam perangkat. Sementara PPS merupakan teknologi nan memungkinkan pengaturan tegangan dan arus secara lebih elastis selama pengisian.
Di sisi lain, produsen seperti Oppo mengembangkan SuperVOOC, nan dirancang untuk menghasilkan pengisian sangat cepat. Telset pernah menguji SuperVOOC 2.0 65W pada Oppo Reno Ace dan mencatat pengisian dari 6% hingga 100% hanya sekitar 31 menit. Teknologi tersebut juga dilengkapi sejumlah perlindungan pada adaptor, kabel, baterai, dan perangkat.
Jadi, Charger USB-C Mana nan Tepat?
Jangan hanya memandang tulisan “USB-C” alias nomor watt besar pada charger. Periksa support fast charging smartphone, protokol charger, dan keahlian kabelnya. Kabel juga berpengaruh terhadap keahlian menghantarkan arus, terutama ketika digunakan untuk pengisian berkekuatan tinggi.
Pada akhirnya, USB-C memang menawarkan konektor nan semakin universal, tetapi USB-C bukan satu standar kecepatan. Memahami perbedaan protokol inilah nan membikin kita tidak mudah tertipu nomor watt besar dan bisa memilih charger nan betul-betul sesuai dengan perangkat.
Sumber: Telset









English (US) ·
Indonesian (ID) ·