Video:Gak Cuma Kejar Untung, Pupuk Indonesia Ekspansi Bisnis ke Amonia

50 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia- Transformasi upaya nan dijalankan Pupuk Indonesia di bawah pengawasan Danantara disebut Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi telah memberikan akibat positif bagai keahlian upaya perseroan.

Pupuk Indonesia saat ini memproduksi sekitar 14,8 juta ton per tahun sehingga dipastikan dapat memenuhi kebutuhan pupuk bersubsidi di Tanah Air. Guna memastikan penyaluran pupuk subsidi tepat sasaran, pemerintah mengubah skema subsidi pupuk dari sistem "cost plus" menjadi "marked to market".

Dimana sistem "market to market' merupakan kerasionalan dalam menjalankan upaya sehingga pupuk nan disalurkan kepada petani dipastikan berbobot dengan Harga nan baik. skema ini juga memberi ruang Pupuk Indonesia untuk memproduksi pupuk secara efisien.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga mulai membangun sumber pertumbuhan upaya nan baru lewat memperkuat sektor petrokimia dan produk berbobot tambah serta menjalankan dekarbonisasi lewat efisiensi daya dan amonia rendah emisi. Langkah ini dilaksanakan lewat industrialisasi demi mencapai kemandirian industri dengan memproduksi produk turunan gas alam ialah amonia bersih dan urea serta bahan peledak untuk sektor pertambangan maupun produksi soda ash untuk industri kaca

Lalu seperti apa ekspansi upaya Pupuk Indonesia ke pasar ekspor? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi dalam Danantara BUMN Progress Update 2026, CNBC Indonesia (Senin, 24/08/2026)


Selengkapnya