Video:Kekuatan RI Saingi Thailand CsTarik Investasi Raksasa Teknologi

51 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Perkembangan teknologi digitalisasi nan kian masif turut mendorong persaingan negara-negara di area Asia Tenggara alias ASEAN dalam menarik investasi raksasa teknologi bumi seperti Microsoft hingga Google.

Persaingan ini tidak lepas dari besarnya potensi pasar digital area ASEAN nan di proyeksi bisa mencapai USD triliun pada tahun 2030, sehingga perlombaan untuk membangun prasarana pusat data, cloud hingga ekosistem kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) terus meningkat.

Menghadapi persaingan ini, pemerintah disebut Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah & Afrika Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo terus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi raksasa teknologi RI agar dapat berkompetisi secara sehat dengan Vietnam hingga Thailand dan Malaysia.

Saat ini aliran investasi teknologi area ASEAN termasuk ke Indonesia seperti Bytedance nan sudah merealisasikan investasi Rp 730 Miliar. Selain itu juga ada perusahaan Timur Tengah nan sudah membangun investasi di Batam, sehingga Indonesia dipastikan tidak tertinggal dalam menarik investasi perusahaan teknologi.

Saat ini semikonduktor dan digital ekonomi menjadi program prioritas pemerintah serta upaya mendorong pengembangan investasi dan ekosistem sektor ini terus di dorong. Upaya ini dilakukan dengan penguatan prasarana termasuk kesiapan daya lewat EBT hingga hilirisasi mineral kritis sebagai daya tarik investasi raksasa teknologi RI.

Seperti apa strategi promosi investasi raksasa teknologi RI? Selengkapnya simak perbincangan Shafinaz Nachiar dengan Direktur Promosi Wilayah Asia Timur, Asia Selatan, Timur Tengah & Afrika Kementerian Investasi & Hilirisasi/BKPM, Cahyo Purnomo dalam Profit, CNBC Indonesia (Kamis, 13/08/2026))


Selengkapnya