ARTICLE AD BOX
Jakarta, CNBC Indonesia - Hubungan diplomatik Indonesia dan Inggris telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade. Namun di tengah besarnya potensi ekonomi kedua negara nilai perdagangan dan investasi nan tercipta tetap jauh dari optimal.
Meski Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer telah menandatangani Economic Growth Partnership (EGP) pada awal tahun ini potensi perdagangan dan investasi Indonesia-Inggris tetap belum tergarap optimal. Salah satu agenda krusial nan sekarang menjadi perhatian adalah reformasi tarif perdagangan nan dinilai dapat membuka akses pasar lebih luas, meningkatkan daya saing industri serta mendorong arus investasi kedua negara.
Lalu apa saja aspek nan bisa mendukung reformasi tarif agar bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan perdagangan dan investasi Indonesia-Inggris?
Selengkapnya dalam program Profit CNBC Indonesia (Rabu, 24/06/2026) berikut ini.
Add
source on Google

1 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·