Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tren penurunan produksi minyak kayu putih Indonesia dimana produksi pada 2022 turun menjadi 64.133,04 ton dari sebelumnya 67/52 ton dan makin merosot pada tahun 2023 dengan produksi hanya 41.990,93 ton.
Penurunan produksi kayu putih ini menjadi perhatian lantaran komoditas hasil rimba bukan kayu tersebut tetap menjadi bahan baku krusial bagi industri farmasi, kesehatan, hingga produk perawatan rumah tangga.
Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta mengungkapkan bahwa penurunan ini terjadi akibat beberapa factor termasuk peruabhan cuaca nan mengganggu proses produksi maupun kualitas minyak. Selain itu kurangnya teknologi penyulingan membikin produksi tidak maksimal.
Seperti apa analisa penyebab turunnya produksi minyak kayu putih RI? Selengkapnya simak dalam ulasan Andi Shalini dengan Commodity Expert CNBC Indonesia, Emmanuela Bungasmara Ega Tirta dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Jum'at, 31/07/2026)

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·