Wales Blak-Blakan tak Dukung Infantino di Pemilihan Berikutnya

1 jam yang lalu 2
Wales Blak-Blakan tak Dukung Infantino di Pemilihan Berikutnya Presiden FIFA Gianni Infantino.(Anadolu )

FEDERASI Sepak Bola Wales (FAW) secara resmi menjadi asosiasi nasional pertama nan menarik support terhadap Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA periode 2027-2031. Keputusan mengejutkan ini diumumkan pada Senin (3/7), menyusul polemik rencana FIFA menjual sebagian kepemilikan kewenangan komersial turnamen kepada penanammodal swasta.

Langkah FAW ini menambah tekanan besar bagi Infantino nan belakangan terus menuai kritik tajam dari beragam konfederasi sepak bola dunia. Dalam pernyataan resminya, FAW menegaskan tidak bakal lagi berdiri di belakang pencalonan laki-laki asal Swiss tersebut pada pemilihan mendatang.

"Federasi Sepak Bola Wales mengonfirmasi pencabutan dukungannya terhadap pencalonan Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden FIFA pada periode 2027-2031," tulis pernyataan resmi FAW sebagaimana dilaporkan oleh BBC.

Krisis Kepercayaan dan Tata Kelola

FAW mengungkapkan bahwa hilangnya kepercayaan mereka didasari oleh beragam persoalan tata kelola nan muncul dalam beberapa waktu terakhir. Federasi Wales menilai bahwa di bawah kepemimpinan Infantino, kepentingan sepak bola tidak lagi menjadi prioritas utama organisasi tertinggi sepak bola bumi tersebut.

Secara spesifik, FAW menyoroti kegagalan dalam proses pengambilan keputusan dan komunikasi. "Kegagalan terbaru dalam tata kelola nan baik, proses pengambilan keputusan, kepemimpinan, nilai-nilai, pengelolaan pemangku kepentingan, komunikasi, serta pertimbangan nan sehat telah membawa kami pada posisi bahwa Gianni Infantino kehilangan kepercayaan dari FAW untuk tetap memimpin sepak bola dunia," tegas pihak federasi.

FAW juga menambahkan bahwa mengabaikan kepentingan terbaik sepak bola merupakan kegagalan nan tidak dapat mereka toleransi lagi.

Polemik FIFA Forward Enterprise (FFE)

Penolakan terhadap arah kepemimpinan FIFA saat ini sebenarnya sudah mulai bergolak di tingkat konfederasi. UEFA dan CONCACAF sebelumnya telah melontarkan kritik keras terhadap proposal pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE). Entitas baru ini dirancang untuk mengelola kewenangan komersial beragam turnamen FIFA dengan membuka pintu bagi investasi swasta.

Beberapa poin keberatan dari konfederasi bumi antara lain:

  • UEFA: Menilai Piala Dunia adalah warisan olahraga nan tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai aset investasi.
  • CONCACAF: Mempertanyakan transparansi dan minimnya proses konsultasi sebelum proposal FFE diumumkan ke publik.
  • AFC: Konfederasi Asia juga dilaporkan menolak proposal nan diajukan oleh Infantino tersebut.

Keputusan Wales untuk menarik support secara terbuka berpotensi menjadi preseden bagi asosiasi sepak bola negara lain. Dengan pemilihan Presiden FIFA 2027 nan tetap beberapa tahun lagi, posisi Infantino sekarang berada di bawah sorotan tajam seiring dengan semakin banyaknya pihak nan mempertanyakan arah masa depan sepak bola di bawah kendalinya. (Ndf/I-1)

Selengkapnya