Wamenkes Dante: 51 Orang Meninggal, 171 Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa Flores

1 jam yang lalu 3
 51 Orang Meninggal, 171 Fasilitas Kesehatan Terdampak Gempa Flores Rapat Koordinasi Tanggap Darurat Gempa M7,7 Mbat, NTT, di Labuan Bajo, Minggu (16/8)(MI/Marianus Marselus )

WAKIL Menteri Kesehatan RI, Prof. Dante Saksono Harbuwono, menyebut sedikitnya 51 orang meninggal bumi akibat gempa bumi nan mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Data tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi penanganan tanggap darurat musibah gempa di Kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Minggu (16/8).

Dante mengatakan, selain korban meninggal, tercatat 36 orang mengalami luka berat dan 77 orang luka ringan. Jumlah korban diperkirakan tetap dapat bertambah seiring proses pendataan dan penanganan di lapangan.

“Totalnya ada 51 orang nan meninggal, luka berat 36, luka ringan 77. Saya kira ini bakal bertambah terus,” kata Dante dalam rapat koordinasi tersebut.

Menurut Dante, salah satu persoalan utama dalam penanganan bencana adalah terganggunya akomodasi pelayanan kesehatan. Dari 21 rumah sakit nan berada di Pulau Flores, sebanyak 16 rumah sakit mengalami kerusakan berat, empat rumah sakit tetap dapat beraksi sebagian, sementara satu rumah sakit di Manggarai dilaporkan tidak dapat beroperasi.

Kerusakan juga terjadi pada akomodasi kesehatan tingkat pertama. Dari total 190 puskesmas di Flores, sebanyak 122 tetap beraksi penuh, 49 beraksi sebagian, dan 19 puskesmas mengalami kerusakan total. Sebanyak 19 puskesmas tersebut tersebar di Manggarai Timur tiga unit, Manggarai lima unit, Nagekeo empat unit, dan Manggarai Barat empat unit.

Kementerian Kesehatan, kata Dante, bakal mengoptimalkan sejumlah rumah sakit rujukan, antara lain RSUD Borong, RS Ruteng, RS Bajawa, RSUD Nagekeo, dan RSUD Ende. Pemerintah juga terus memobilisasi tenaga medis untuk memperkuat pelayanan di wilayah nan paling terdampak.

Dante menyebut sejumlah tenaga medis dari Poltekkes Kemenkes di Sulawesi Selatan telah berada di Labuan Bajo dan siap diberangkatkan ke wilayah nan membutuhkan. Kebutuhan tenaga kesehatan terutama diprioritaskan untuk wilayah Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur.

“Kami intinya siap. Saat provinsi melaporkan, tim medis melangkah terus. nan krusial kami dibantu untuk membawa support sampai ke lokasi,” ujar Dante.

Kementerian Kesehatan juga telah mengerahkan Emergency Medical Team (EMT), mengaktifkan Emergency Operation Center di sembilan letak nan terdiri atas satu di tingkat provinsi dan delapan kabupaten, serta menyalurkan support obat-obatan dan peralatan medis.

Bantuan nan dikirim meliputi paket obat-obatan dasar, delapan paket emergency kit, sekitar 10.000 masker, 20.000 masker bedah, oksigen konsentrator, serta tenda untuk pos kesehatan. Pemerintah memastikan support kesehatan bakal terus diberikan berasas perkembangan kebutuhan di wilayah terdampak gempa.(H-2)

Selengkapnya