Warga RI Jor-joran Belanja saat ke Luar Negeri, Angkanya Fantastis

1 hari yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan pembayaran jasa perjalanan visitor Indonesia ke luar negeri mencapai US$6,7 miliar alias sekitar Rp118,7 triliun (asumsi kurs Rp17.719/US$). Pemerintah pun memandang kesempatan untuk menarik sebagian pengeluaran tersebut kembali ke dalam negeri melalui pengembangan wisata belanja.

Airlangga mengatakan, kunjungan visitor mancanegara ke Indonesia terus meningkat. Menurutnya, shopping dan kuliner menjadi bagian krusial dari aktivitas visitor sehingga perlu didorong agar lebih banyak pengeluaran visitor terjadi di dalam negeri.

"Nah tentu di beragam negara tujuan dari visitor sebagian kuliner dan belanja. Jadi ini tentu perlu didorong agar mereka shopping di Indonesia saja, dan kita berambisi bahwa ini juga bisa memanfaatkan wisata shopping sebagai motor pertumbuhan baru. Karena bagi pemerintah, ini merupakan low hanging fruit dan bagi para peritel juga ini momentumnya sudah ada," kata Airlangga dalam paparannya saat membukan aktivitas Indonesia Retail Summit and Expo di Swissotel PIK, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Airlangga kemudian mengungkapkan besarnya duit nan tetap dibelanjakan masyarakat Indonesia ketika melakukan perjalanan ke luar negeri.

"Dan kita memandang pembayaran jasa perjalanan visitor ke luar negeri itu mencapai US$6,7 miliar. Jadi tentu ini jika sebagian bisa ditarik untuk shopping di dalam negeri, ini juga perihal nan baik," ujarnya.

Ia menilai, pengembangan wisata shopping dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru bagi ekonomi Indonesia. Terlebih, konsumsi domestik tetap menjadi penggerak utama perekonomian nasional.

Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto berbareng Menteri Perdagangan Budi Santoso saat konvensi pers di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto berbareng Menteri Perdagangan Budi Santoso saat konvensi pers di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Koordinator bagian Perekonomian Airlangga Hartarto berbareng Menteri Perdagangan Budi Santoso saat konvensi pers di Swissotel PIK Avenue, Jakarta, Rabu (26/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Kita lihat di triwulan kedua, konsumsi tetap baik di pertumbuhan 5,06%, dan konsumsi ini tetap merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia, dan ini merupakan aset Indonesia lantaran ini 53,32% adalah kontribusi terhadap PDB," tutur dia.

Dia juga mengatakan indeks kepercayaan konsumen tetap berada di atas 100 dan Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur berada di atas 50. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan optimisme terhadap perekonomian pada semester II-2026.

"Kemudian juga indeks kepercayaan konsumen tetap di atas 100, dan juga kita memandang beberapa capaian ini termasuk PMI manufaktur nan di atas 50, menunjukkan optimisme kita untuk di semester dua. Per semester satu kemarin pertumbuhan kita adalah 5,45%, dan ini pertumbuhan tertinggi di dalam 13 tahun terakhir," jelasnya.

Airlangga pun mendorong sektor ritel untuk terus menopang pertumbuhan ekonomi. Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi pada akhir tahun menuju 6% dan 6% pada tahun depan.

"Dengan adanya 800 merek nan tadi disampaikan oleh Pak Ketua Umum Hippindo, 500-nya adalah merek nasional. Dan ini kita kudu beri tepuk tangan kepada merek nasional. Merek nasional, pengusaha nasional, dan tidak bagi-bagi franchise, nah itulah konklusi daripada Retail Summit ini. Jadi untuk perihal tersebut tentu kami terus mendorong agar kita bisa mendorong pertumbuhan di akhir tahun menuju 6% dan tahun depan 6%. Nah ini merupakan tugas utama, dan saya percaya jika sektor ritel ini terus mendorong pertumbuhan ekonomi kita," ucap Airlangga.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya