Waspada Kekurangan Magnesium: Gejala, Risiko, dan Dampak Fatal

20 jam yang lalu 1
 Gejala, Risiko, dan Dampak Fatal Manfaat magnesium.(Dok. Alodoc)

KEKURANGAN magnesium alias hipomagnesemia sering kali tidak menunjukkan indikasi pada tahap awal. Namun, jika kondisi ini berjalan lama alias menjadi berat, dampaknya bisa sangat serius bagi sistem saraf dan irama jantung.

Berdasarkan info dari NIH Office of Dietary Supplements dan Cleveland Clinic, berikut adalah daftar gejala, risiko, dan hal-hal nan perlu Anda ketahui mengenai kekurangan magnesium:

1. Tahapan Gejala dari Ringan hingga Berat

Gejala kekurangan magnesium berkembang seiring dengan menurunnya kadar mineral dalam tubuh:

  • Tahap Awal: Munculnya penurunan nafsu makan, mual, muntah, serta tubuh terasa sigap capek dan lemas.
  • Tahap Menengah: Mulai terjadi gangguan saraf dan otot seperti kesemutan, meninggal rasa, tremor, kedutan, hingga kram otot nan intens.
  • Tahap Berat: Dapat memicu kejang, perubahan perilaku (delirium), gangguan irama jantung, hingga spasme koroner.
  • Tahap Sangat Berat: Berisiko menyebabkan aritmia jantung nan rawan dan berpotensi fatal.

2. Gangguan Keseimbangan Elektrolit

Defisiensi magnesium nan berat sering kali tidak berdiri sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan alias menyertai gangguan elektrolit lainnya, ialah hipokalemia (rendahnya kadar kalium) dan hipokalsemia (rendahnya kadar kalsium) nan memperburuk kondisi kesehatan pasien.

3. Kelompok Orang nan Berisiko Tinggi

Meskipun ginjal orang sehat bisa mempertahankan kadar magnesium, golongan berikut mempunyai akibat kekurangan lebih tinggi:

  • Penderita penyakit saluran cerna seperti penyakit Crohn alias celiac.
  • Penderita glukosuria jenis 2.
  • Individu dengan konsumsi alkohol kronis.
  • Lansia dan mereka nan mengalami diare kronis alias gangguan penyerapan usus.

4. Pengaruh Penggunaan Obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang dapat memicu pembuangan magnesium berlebih dari tubuh. Beberapa di antaranya adalah obat diuretik, antibiotik jenis aminoglikosida, obat kemoterapi cisplatin, serta obat penekan masam lambung golongan PPI seperti omeprazole.

5. Mitos dan Fakta Gejala Umum

Penting untuk dipahami bahwa indikasi seperti sering kram, susah tidur, alias mudah capek tidak otomatis berfaedah Anda kekurangan magnesium. Gejala tersebut berkarakter tidak spesifik dan bisa disebabkan oleh kondisi medis lain. Sebaliknya, seseorang bisa saja mempunyai asupan magnesium nan kurang tanpa merasakan indikasi nan jelas.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan medis jika Anda mengalami kram berulang nan disertai kelemahan dan kesemutan. Evaluasi medis darurat sangat diperlukan jika muncul indikasi kejang, pingsan, alias debar jantung nan tidak teratur. Dokter biasanya bakal melakukan tes darah untuk mengecek kadar magnesium, kalium, kalsium, serta pemeriksaan EKG jika diperlukan. (NIH Office of Dietary Supplements/Cleveland Clinic/Z-10)

Selengkapnya