Yayoi Kusama, seniman legendaris asal Jepang nan dikenal dengan motif polkadot dan Infinity Mirror Rooms, meninggal bumi pada usia 97 tahun di Tokyo.(Instagram)
DUNIA seni internasional berduka. Yayoi Kusama, seniman kontemporer asal Jepang nan karya-karyanya telah menjadi kejadian budaya global, dikabarkan meninggal bumi pada usia 97 tahun. Kusama mengembuskan napas terakhirnya di sebuah rumah sakit di Tokyo pada 14 Agustus 2026.
Kabar duka ini dikonfirmasi langsung oleh pihak studionya dan Yayoi Kusama Museum. Dalam pernyataan resminya, pihak museum menyampaikan kesedihan mendalam atas berpulangnya sang pionir avant-garde. "Sepanjang masa hidupnya nan luar biasa dan didedikasikan sepenuhnya untuk kreasi artistik, Kusama mengejar pekerjaan nan diakui secara internasional sebagai seniman perintis nan praktiknya mencakup seni visual, pertunjukan, fiksi, hingga puisi," tulis pernyataan tersebut dilansir dari India.com.
Nama Yayoi Kusama identik dengan motif polkadot nan repetitif dan instalasi ruang cermin nan memukau. Bagi banyak orang, karyanya dapat langsung dikenali apalagi sebelum memandang label namanya di galeri. Penggunaan titik-titik (dots) nan tak terhingga, labu kuning raksasa dengan pola hitam, serta Infinity Mirror Rooms telah mengubah ruang-ruang pameran menjadi bumi mimpi nan imersif.
Karier Kusama membentang selama lebih dari tujuh dekade. Ia bukan sekadar pelukis; dia adalah seorang visioner nan berani mendobrak batas seni konvensional. Lahir di Matsumoto, Jepang, Kusama sempat pindah ke New York pada akhir 1950-an, di mana dia menjadi bagian krusial dari aktivitas seni pop dan minimalis, bersanding dengan nama-nama besar seperti Andy Warhol.
Perjalanan Karier nan Melampaui Zaman
Kusama dikenal lantaran dedikasinya nan tanpa henti terhadap seni, nan sering kali dia sebut sebagai corak terapi untuk mengatasi fatamorgana visual dan pendengaran nan dia alami sejak kecil. Konsep "self-obliteration" alias penghapusan diri melalui pengulangan pola menjadi inti dari filosofi karyanya.
Beberapa pencapaian dan komponen ikonik dari perjalanan pekerjaan Yayoi Kusama meliputi:
- Infinity Mirror Rooms: Instalasi ruang cermin nan menciptakan ilusi ruang tanpa batas, nan dalam satu dasawarsa terakhir menjadi sensasi di media sosial global.
- Motif Polkadot: Simbol dari alam semesta dan ketidakterhinggaan nan dia terapkan pada kanvas, patung, hingga tubuh manusia.
- Patung Labu (Pumpkins): Simbol kenyamanan dan stabilitas bagi Kusama, nan sekarang banyak dipajang di ruang publik di beragam bagian dunia.
- Aktivisme dan Performa: Pada era 1960-an, dia memimpin beragam tindakan protes tenteram dan pagelaran seni jalanan nan provokatif di New York.
Penyebab pasti kematian Yayoi Kusama belum diungkapkan secara perincian oleh pihak family maupun studio. Ia meninggalkan warisan artistik nan tak ternilai bagi generasi mendatang.
Pengaruh Global dan Budaya Populer
Kusama bukan hanya milik bumi galeri elit. Kolaborasinya dengan merek fesyen ternama dan ketenaran pamerannya nan selalu dipadati visitor menunjukkan sungguh karyanya bisa menyentuh beragam lapisan masyarakat. Di Indonesia, pameran tunggalnya beberapa tahun lampau di Jakarta mencatat rekor pengunjung, membuktikan bahwa bahasa visual Kusama berkarakter universal.
Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah era bagi seni avant-garde. Namun, melalui titik-titik nan dia lukis dan ruang tanpa pemisah nan dia ciptakan, semangat Yayoi Kusama bakal terus hidup selamanya. (I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·