Zelensky Tuding Russia Gunakan Rudal Korut dalam Serangan Terbaru

1 jam yang lalu 3
Zelensky Tuding Russia Gunakan Rudal Korut dalam Serangan Terbaru Rusia dan Ukraina saling melancarkan serangan udara. Presiden Zelensky menuduh Moskow menggunakan rudal buatan Korea Utara di Zaporizhzhia.(Media Sosial X)

UKRAINA dan Rusia terus melancarkan serangan udara balasan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuduh Moskow menggunakan rudal balistik asal Korea Utara untuk menggempur wilayahnya, termasuk di kota Zaporizhzhia nan menewaskan tujuh orang dan melukai sedikitnya 24 orang.

Gempuran di Zaporizhzhia mengenai tenaga kerja pabrik metalurgi Zaporizhstal hingga memaksa akomodasi tersebut menghentikan seluruh operasinya. Selain itu, serangan Rusia berupa drone dan peledak terpandu juga memicu ledakan di Kyiv, merusak rumah sakit anak, serta menyebabkan pemadaman listrik di Kherson dan Kharkiv.

Dalam pidato videonya, Zelensky menegaskan bahwa keterlibatan Korea Utara dalam bentrok ini menjadi ancaman serius bagi dunia.

"Untuk pertama kalinya, Rusia tidak dapat bertempur tanpa bala support dari Korea Utara," ujar Zelensky. "Semakin banyak serangan Korea Utara di sini di Ukraina, di Eropa, semakin banyak rudal dan prajurit mereka nan digunakan, semakin banyak mereka memperbaiki kekurangan dan titik buta mereka."

Kendati Zelensky tidak membeberkan bukti langsung dalam pidatonya, pihak militer Ukraina mencatat puluhan rudal Korea Utara telah ditembakkan Rusia sejak invasi berskala penuh dimulai pada Februari 2022. Zelensky juga memperingatkan hingga 50.000 tentara Korea Utara dikirim untuk membantu pasukan Rusia, setelah sebelumnya 11.000 prajurit Pyongyang dikerahkan ke area Kursk pada Agustus 2024.

Di sisi lain, Ukraina melancarkan serangan jawaban ke wilayah Rusia. Di Voronezh, akomodasi logistik milik ritel online terbesar Rusia, Wildberries, dihantam serangan hingga memicu kebakaran dan evakuasi. Kyiv menyatakan pusat logistik tersebut kerap dimanfaatkan untuk menyuplai peralatan militer bagi tentara Rusia.

Zelensky turut memuji keberhasilan serangan udara militer Ukraina terhadap pabrik petrokimia di Siberia Barat nan dia sebut sebagai "pencapaian nan sangat signifikan."

"Lebih banyak serangan mendalam dari Ukraina, nan kudu membuktikan kepada Rusia dan penduduk Rusia bahwa perdamaian itu diperlukan," janji Zelensky.

Serangan jawaban Ukraina ini terjadi sehari setelah gelombang drone Ukraina menghantam kilang minyak Tanevo di Republik Tatarstan, Rusia, nan berjarak lebih dari 1.100 km dari perbatasan. Insiden mematikan tersebut menewaskan sedikitnya 13 orang, termasuk tujuh penduduk negara Uzbekistan dan satu anak-anak, serta melukai 75 orang lainnya. (BBC/Z-2)

Selengkapnya