Zidan Attala Nouval Hidayat(Doc IG zidan_a354)
ULTRA cyclist nasional Zidan Attala Nouval Hidayat sukses meraih gelar juara kategori Solo Male dalam arena balap sepeda jarak jauh Bentang Jawa 2026.
Pesepeda asal Surabaya itu menuntaskan rute sepanjang sekitar 1.500 kilometer dari Pantai Carita, Banten, menuju Taman Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, dengan catatan waktu 3 hari 9 jam 43 menit.
Zidan mencapai garis finis pada Rabu (19/8/2026) pukul 15.13 WIB. Kedatangannya disambut orang-orang terdekat dan sejumlah pendukung di Banyuwangi. Sang kekasih apalagi langsung memberikan buket kembang berwarna kuning kepada Zidan.
Kemenangan tersebut semakin menegaskan kiprah Zidan di arena ultra cycling nasional. Sebelumnya, pada awal 2026, dia juga sukses meraih podium pertama sekaligus mencatat three-peat alias tiga kemenangan beruntun di arena East Java Journey (EJJ) 2026.
Dengan hasil tersebut, Zidan sukses mengawinkan gelar ultra cycling jarak 1.500 kilometer pada tahun ini.
Rute Tahun Ini Lebih Sulit
Setelah menyelesaikan balapan, Zidan mengaku tidak mengalami hambatan teknis berfaedah selama perjalanan.
"Tidak ada kendala, tidak ada ban kempes sama sekali," ujar Zidan dalam tayangan langsung media sosial setelah mencapai finis.
Meski demikian, dia menilai rute Bentang Jawa 2026 lebih susah dibandingkan sebelumnya.
"Buat saya, rute tahun ini jauh lebih susah," katanya.
Salah satu tantangan dirasakan ketika Zidan mencapai area Parangtritis, Yogyakarta. Di letak tersebut, dia apalagi sempat kudu menuntun sepedanya.
Kendati demikian, Zidan mengaku lebih menikmati perjalanan pada jenis tahun ini.
"Lebih seru sih," ujarnya singkat.
Sempat Gagal Menang pada Dua Edisi Sebelumnya
Kemenangan di Bentang Jawa 2026 sekaligus mengakhiri penantian Zidan setelah mengalami sejumlah hambatan pada dua jenis sebelumnya.
Pada Bentang Jawa 2024, Zidan kudu kehilangan posisi terdepan setelah mengalami masalah ban ketika balapan menyisakan sekitar 100 kilometer. Posisi tersebut kemudian diambil Yusuf Kibar sehingga Zidan kudu puas finis di posisi kedua.
Sementara pada Bentang Jawa 2025, Zidan mengalami gangguan pencernaan nan berakibat pada asupan nutrisinya. Meski kondisi fisiknya tidak sepenuhnya prima, pembalap tim GCC itu tetap bisa menyelesaikan balapan di posisi keempat dengan waktu 3 hari 17 jam 29 menit.
Strategi "Mesin Lambat Panas"
Pada jenis 2026, Zidan kembali mengandalkan strategi nan menjadi karakter khasnya, ialah tidak langsung memacu kecepatan sejak awal. Ia sempat tertinggal cukup jauh dari rombongan terdepan lantaran memilih mempertahankan ritme kayuhan sendiri.
Strategi tersebut kemudian membuahkan hasil. Ketika sejumlah pesaing mulai kehilangan tenaga, Zidan perlahan memperkecil jarak dan menyalip para pesaingnya di segmen tanjakan Cikotok dengan kecepatan sekitar 10–15 kilometer per jam.
Memasuki kilometer ke-200, Zidan sukses mengambil alih posisi terdepan dan mempertahankannya hingga mencapai garis finis di Banyuwangi.
Perjalanannya semakin terbuka setelah salah satu pesaing utama, ultra cyclist asal Swiss Adrien Liechti, mengalami hambatan kesehatan. Ketika Zidan menyelesaikan balapan, Liechti baru mencapai sekitar kilometer ke-1.420.
Zidan mengaku sudah memperhitungkan keahlian Liechti sejak awal. Sebagai pesepeda lokal, dia merasa mempunyai untung dalam memahami karakter sejumlah medan nan dilalui.
Salah satu titik nan menjadi perhatian adalah Tanjakan Jemplang di area Bromo.
"Saya main tarik ulur saja. Ia (Liechti) kan belum tahu karakter Tanjakan Jemplang," kata Zidan.
Bentang Jawa 2026 Masih Berlangsung
Bentang Jawa merupakan arena unsupported ultra-cycling race nan melintasi Pulau Jawa dari barat hingga timur. Pada jenis 2026, peserta kudu menempuh jarak lebih dari 1.500 kilometer dengan total elevation gain mencapai belasan ribu meter.
Berbeda dengan balap sepeda konvensional, peserta dalam kategori unsupported kudu mengandalkan keahlian dan strategi masing-masing selama perjalanan tanpa support langsung dari tim pendamping.
Rangkaian Bentang Jawa 2026 tetap berjalan hingga Sabtu (22/8/2026). Peserta mempunyai pemisah waktu alias cut-off time selama 156 jam, dengan pemisah akhir pada pukul 17.30 WIB.
Bagi Zidan, keberhasilan menjadi nan tercepat di kategori Solo Male menjadi pencapaian krusial setelah dua jenis sebelumnya belum sukses membawanya ke posisi teratas. (Z-4)
Sumber: mainsepeda









English (US) ·
Indonesian (ID) ·