Zulhas Cerita Pernah Didatangi George Soros, RI Ditawari US$50 Juta

57 menit yang lalu 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkapkan pengalaman saat menerima tawaran pendanaan dari penanammodal dunia George Soros untuk mendukung program lingkungan hidup Indonesia. Saat itu, dirinya menjabat sebagai Menteri Kehutanan.

Menurut Zulhas, Soros datang langsung ke kantornya dan menawarkan biaya sebesar US$50 juta sebagai support terhadap program pengelolaan lingkungan. Saat itu, Soros juga diketahui menjabat sebagai Utusan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk pembiayaan perubahan iklim.

Zulhas menjelaskan, awalnya Indonesia menjalin kerja sama dengan Pemerintah Norwegia mengenai pendanaan program lingkungan. Namun, proses pencairan biaya menghadapi beragam persyaratan nan dinilai cukup kompleks sehingga implementasinya tidak melangkah sesuai harapan.

"Sebelum Pak Raja Juli, saya juga pernah menjadi Menteri Kehutanan. Pertama kali saya menerima biaya kerja sama dengan Norwegia. Uangnya sebenarnya sudah ada, tetapi persyaratannya rumit. Akhirnya ditalangi George Soros. George Soros datang ke instansi saya dan meletakkan biaya US$50 juta," kata Zulhas dalam aktivitas Penandatanganan Perjanjian Penyaluran Dana Proyek RBP REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2 untuk 10 Provinsi di Jakarta, dikutip dari Detikcom, Kamis (13/8/2026).

Meski demikian, Zulhas mengaku biaya tersebut pada akhirnya tidak pernah digunakan hingga masa jabatannya sebagai Menteri Kehutanan berakhir.

Ia mengatakan hambatan utama terletak pada beragam persyaratan nan kudu dipenuhi untuk dapat memanfaatkan biaya tersebut. Menurutnya, prosedur nan bertindak saat itu terlalu rumit sehingga biaya tidak bisa segera disalurkan untuk mendukung program nan direncanakan.

"Tapi sampai saya berhujung sebagai Menteri Kehutanan, saya enggak bisa pakai lantaran syaratnya rumit. Jadi ini sudah lama sekali kejadiannya," ujarnya.

Pernyataan Zulhas disampaikan saat pemerintah kembali menegaskan komitmennya memperkuat pembiayaan perubahan suasana melalui penyaluran biaya proyek Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF), nan menjadi salah satu instrumen pendanaan untuk mendukung penurunan emisi dan pengelolaan lingkungan berkepanjangan di Indonesia.

(haa/haa) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya