loading...
Mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014 Gita Wirjawan menghadiri Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal, Jawa Tengah. Foto: Ist
TEGAL - Mantan Menteri Perdagangan periode 2011–2014 Gita Wirjawan mendesak orientasi kepemimpinan nasional ditata ulang ialah kudu berakhir pada elektabilitas dan popularitas. Selanjutnya bergeser pada ukuran nan lebih menentukan ialah integritas, kapabilitas, dan etikabilitas.
Gita menyampaikan dorongan itu dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal nan mengangkat tema "What It Takes: Asia Tenggara, dari Tepi Menuju Inti Kesadaran Global".
Baca juga: Gita Wirjawan Jadi Advisor di Startup Pendidikan Danacita
Dia menegaskan Indonesia sebenarnya memegang modal nan lebih dari cukup untuk memimpin kawasan. Persoalannya, modal itu tidak bakal berfaedah tanpa keberanian.
"Untuk jadi bangsa dan wilayah nan diperhitungkan di ASEAN, kita punya begitu banyak modalitas. Wilayah nan luas, masyarakat dalam jumlah besar, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan kebhinekaan," ujarnya Kamis (25/6/2026).
"Yang diperlukan adalah keberanian menerobos batas, keberanian tampil sebagai bangsa beradab. Syaratnya, kita berani mengikuti jejak bangsa-bangsa nan kuat nan mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapabilitas kognisi, dan keahlian membangun narasi," lanjutnya.








English (US) ·
Indonesian (ID) ·