Jakarta belum Masuk 20 Kota Ramah Pejalan Kaki, Pramono Ajak Warga tidak Mager

1 bulan yang lalu 16
Jakarta belum Masuk 20 Kota Ramah Pejalan Kaki, Pramono Ajak Warga tidak Mager BANDEL PARKIR SEMBARANGAN: Kendaraan terparkir di bahu jalan dan trotoar di area Senopati, Jakarta, Kamis (2/7/2026).(MI/Ramdani)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung membujuk masyarakat lebih aktif berolahraga demi mewujudkan Jakarta sebagai kota nan sehat dan ramah aktivitas fisik. 

Menurut Pramono, Pemprov DKI terus memperluas pembangunan jalur pedestrian serta penyelenggaraan Car Free Day (CFD) di beragam wilayah kota. 

“Pedestrian sekarang bukan hanya terkonsentrasi di Sudirman, Thamrin ataupun Kuningan. Hampir semuanya mulai kita koneksikan,” kata Pramono di Jakarta Timur, Kamis (16/7).

Ia berambisi masyarakat memanfaatkan akomodasi tersebut untuk menjalani style hidup sehat.

“Saya mau menyemangati penduduk Jakarta untuk berolahraga agar tidak mager (malas gerak),” ujarnya.

Sejumlah negara menawarkan beragam kelebihan untuk menarik wisatawan. Mulai dari tempat kuliner nan lezat, wisata alam nan indah, hingga lokasi wisata nan mudah dijangkau dengan melangkah kaki. 

Dikutip dari Time Out sebagai salah satu media dengan survei global tahunan melakukan kalkulasi bunyi untuk mencari tahu kota paling ramah pejalan kaki di bumi 2026.

Berikut hasil, 20 kota ramah pejalanan kaki di bumi 2026 jenis Time Out 
1. Seoul, Korea Selatan 
2. Edinburgh, Inggris 
3. New York City, Amerika Serikat
4. Copenhagen, Denmark 
5. Oslo, Norwegia 
6. Stockholm, Inggris 
7. Paris, Prancis 
8. Singapura, Singapura 
9. Helsinki, Finlandia 
10. Krakow, Polandia
11. Riga, Latvia 
12. Vienna, Austria 
13. Amsterdam, Belanda 
14. Tallinn, Estonia 
15. Zurich, Switzerland 
16. Taipei, Taiwan 
17. Vancouver, Kanada 
18. Macau, China 
19. Melbourne, Australia 
20. Munich, Jerman

Selengkapnya