Jalan Martapura Lama Sungai Lulut Ambles(MI/Denny Susanto)
KONDISI prasarana di perbatasan Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar tengah menjadi sorotan. Jalan Martapura Lama (Veteran) Km 5,5, Kelurahan Sungai Lulut, dilaporkan mengalami kerusakan parah berupa amblesan dan retakan besar nan membentang hingga puluhan meter.
Jalan provinsi nan terletak di sepanjang tepian Sungai Martapura ini disinyalir mengalami penurunan tanah akibat erosi sungai nan terus menggerus fondasi jalan. Kerusakan nan terjadi sejak beberapa hari terakhir ini dilaporkan kian memburuk, sehingga mengganggu kelancaran arus lampau lintas di area tersebut.
Imbauan Jalur Alternatif
Kasat Lantas Polresta Banjarmasin, AKP Embang Pramono, mengimbau masyarakat, khususnya pengguna mobil, untuk menghindari ruas jalan tersebut. Saat ini, kondisi jalan nan terbelah dinilai terlalu berisiko untuk kendaraan roda empat dan hanya bisa dilalui oleh sepeda motor secara terbatas.
Sebagai solusi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan tengah mempertimbangkan penutupan total ruas jalan di Kelurahan Sungai Lulut tersebut. Kepala Dinas PUPR Kalsel, M. Yasin Toyib, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk mempercepat proses perbaikan teknis.
“Kami mengusulkan agar jalan nan rusak ditutup sementara. Hal ini bermaksud agar penanganan bisa dilakukan secara komprehensif tanpa terganggu lampau lintas, sekaligus meminimalisasi akibat kecelakaan bagi pengguna jalan,” ujar Yasin, Kamis (16/7).
Bagi penduduk nan biasa melintasi jalur ini, pemerintah menyarankan penggunaan Jalan Rahayu sebagai jalur pengganti utama.
Rencana Penanganan Teknis
PUPR Kalsel telah memulai langkah darurat sejak Selasa (14/7) dengan memasang rambu peringatan, traffic cone, dan barrier. Tim Bidang Bina Marga berbareng konsultan teknis juga telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan lapangan guna memetakan tingkat kerusakan.
Berikut adalah rincian rencana penanganan dan kebenaran di lapangan mengenai amblesnya Jalan Martapura Lama:
| Lokasi Kerusakan | Jl. Martapura Lama Km 5,5, Kel. Sungai Lulut |
| Penyebab Utama | Penurunan daya dukung tanah akibat gerusan air sungai (erosi) |
| Metode Perbaikan | Pembongkaran jalan, pemasangan cerucuk galam, penggunaan geotekstil, dan penimbunan bertahap |
| Estimasi Waktu | 3 minggu hingga 1 bulan |
| Jalur Alternatif | Jalan Rahayu |
Karakteristik Tanah Bantaran Sungai
Yasin menjelaskan bahwa ruas jalan di bantaran sungai mempunyai karakter tanah nan rentan, terutama saat memasuki musim kemarau. Fenomena ini terjadi lantaran tanah nan sebelumnya jenuh air mulai mengering, menyebabkan ikatan antarpartikel tanah melemah.
“Kondisi tanah nan melemah ini membuatnya lebih mudah turun alias ambles saat menerima beban kendaraan. Oleh lantaran itu, pengaspalan baru bakal kami lakukan setelah kondisi tanah betul-betul dinyatakan stabil,” pungkasnya. (Z-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·