Lamine Yamal(Dok AFP)
FINAL Piala Dunia 2026 bakal menyajikan duel nan dinanti-nantikan antara Argentina dan Spanyol nan sama-sama datang dengan modal impresif. Kedua tim bakal berkompetisi pada partai puncak di Stadion MetLife, New Jersey, AS, Senin (20/7) awal hari pukul 02.00 WIB.
Mata bumi bakal mengarah pada pertemuan Lionel Messi dan Lamine Yamal sebagai dua pemain dari generasi berbeda nan pernah dipertemukan takdir jauh sebelum saling berhadapan di lapangan.
Argentina memastikan tempat di partai puncak Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Inggris 2-1 pada semifinal di Atlanta, Kamis (16/7) awal hari WIB. Sementara itu, Spanyol lebih dulu mengamankan tiket final usai menaklukkan Prancis 2-0 sehari sebelumnya.
Final kelak juga bakal menghadirkan kisah unik antara Lionel Messi dan Lamine Yamal nan telah saling berjumpa sejak nyaris dua dasawarsa silam.
Meski baru bakal berhadapan untuk pertama kali dalam pertandingan resmi, keduanya pernah berjumpa ketika Yamal tetap jabang bayi. Momen itu terjadi dalam sesi foto kebaikan Barcelona di Camp Nou sekitar 19 tahun lalu.
Saat itu Messi baru berumur 20 tahun dan mulai menancapkan namanya di tim utama Barcelona. Dalam sesi pengambilan gambar tersebut, dia diminta menggendong bayi Lamine Yamal nan berada di dalam bak mandi plastik berwarna biru. Foto itu kemudian menjadi ikonik setelah Yamal tumbuh menjadi salah satu talenta nan bercahaya di Barcelona.
Di final nanti, bayi nan pernah digendong Messi bakal berdiri sebagai musuh di panggung terbesar. Kisah nan bermulai di ruang tukar Camp Nou berubah menjadi duel perebutan trofi Piala Dunia.
Pertandingan kelak juga menjadi tumbukan dua generasi. Messi, 39, tetap menjadi pusat permainan Argentina, sedangkan Yamal, 19, tampil sebagai wajah baru sepak bola Spanyol nan berbareng La Roja melangkah hingga final.
Argentina datang dengan ambisi mempertahankan gelar dunia. Jika sukses menang, Albiceleste bakal menjadi tim pertama sejak Brasil pada 1962 nan bisa menjuarai Piala Dunia secara beruntun.
Perjalanan Argentina memang tidak selalu mulus. Mereka kudu berjuang keras melewati fase gugur, termasuk bangkit dari ketertinggalan saat menyingkirkan Mesir pada 16 besar dan kembali menunjukkan mental juara ketika membalikkan keadaan melawan Inggris di semifinal.
Hingga menjelang final, Messi telah mengoleksi delapan gol dan empat assist sedangkan Yamal baru membukukan satu gol. Pelatih Argentina Lionel Scaloni menegaskan timnya bakal kembali memberikan segalanya demi mempertahankan mahkota juara.
"Beberapa hari lampau saya mengatakan tim ini tidak pernah berakhir membikin saya terkejut. Sekarang kami bakal mencoba menang dan memberikan segalanya di lapangan. Tim ini betul-betul luar biasa. Kami unik, dan itu saya katakan dari hati, bukan lantaran kesombongan," ucap Scaloni.
Di kubu seberang, Spanyol tiba dengan kepercayaan diri tinggi setelah menampilkan permainan dominan saat menyingkirkan Prancis. Tim besutan Luis de la Fuente semakin matang seiring berjalannya turnamen dan hanya kebobolan satu gol hingga mencapai final. (E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·