Rumah Wayne Manor di Film Batman Dijual Rp520 Miliar, Ini Fakta Menariknya

53 menit yang lalu 2
Rumah Wayne Manor di Film Batman Dijual Rp520 Miliar, Ini Fakta Menariknya Rumah ikonik Wayne Manor dari serial Batman era 1960-an di Pasadena, California, dijual seharga US$32 juta alias Rp520 miliar dengan sederet akomodasi mewah.(The MLS)

RUMAH nan menjadi tampilan luar (eksterior) Wayne Manor, kediaman Bruce Wayne dalam serial Batman era 1960-an, resmi dipasarkan dengan nilai sekitar US$32 juta alias Rp520 miliar. Properti berhistoris nan berada di Pasadena, California, Amerika Serikat, itu tidak hanya memberikan kemewahan, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah perfilman Hollywood.

Mengutip Deadline, rumah nan bertempat tinggal di 380 S San Rafael Avenue tersebut digunakan sebagai letak pengambilan gambar eksterior Wayne Manor dalam serial Batman, nan tayang pada Januari 1966 hingga Maret 1968 dengan total 120 episode. Sementara itu, segmen nan berjalan di dalam rumah direkam di studio.

Selain dikenal sebagai rumah Bruce Wayne jenis serial televisi, properti tersebut juga pernah muncul dalam sejumlah produksi Hollywood lainnya. Rumah ini tampil dalam movie Bridesmaids (2011), serta menjadi letak syuting movie Rush Hour dan serial televisi Murder, She Wrote.

Hunian bergaya Jacobean Tudor Revival nan dibangun pada 1928 itu berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,94 hektare dengan luas gedung sekitar 1.672 meter persegi. Rumah mewah tersebut mempunyai tujuh bilik tidur, tiga bilik mandi penuh, empat bilik mandi setengah, dan empat bilik mandi tiga perempat.

Meski tidak mempunyai Batcave seperti dalam kisah Batman, rumah ini menawarkan beragam akomodasi premium, mulai dari kolam renang bergaya resor, lapangan pickleball, bioskop pribadi, taman nan tertata rapi, hamparan rumput luas, deretan pohon ek nan telah tumbuh besar, hingga lantai berbahan kayu keras dan marmer.

Agen penjual dari Christie's International Real Estate SoCal, Peter Owens, mengatakan rumah tersebut merupakan salah satu properti berhistoris nan mempunyai nilai tinggi sejak pertama kali dibangun.

"Pada 1928, rumah ini dibangun dengan biaya sekitar US$140.000 (Rp2,53 miliar), ketika nilai rata-rata rumah di Amerika Serikat hanya sekitar US$4.000 (Rp72,2 juta)," ujar Peter Owens.

Seiring waktu, properti tersebut juga mengalami sejumlah pembaruan. Pemilik sebelumnya diketahui memperbarui sistem saluran pembuangan, instalasi perpipaan, hingga sistem pemanas, ventilasi, dan pendingin udara (HVAC). 

Biaya Perawatannya Lebih Mahal

Meski mempunyai nilai historis tinggi, para master properti menilai pembeli tidak hanya perlu menyiapkan biaya besar untuk membeli rumah tersebut, tetapi juga kudu memperhitungkan biaya kepemilikannya dalam jangka panjang.

Chief Executive Officer Proact Luxury Real Estate, Ritu Kant Ojha, menyebut rumah berumur nyaris satu abad dengan luas seperti itu menyerupai sebuah lembaga mini dibandingkan rumah tinggal biasa.

Menurutnya, pengeluaran rutin meliputi biaya perawatan taman, petugas keamanan, hingga pemeliharaan bangunan. Selain itu, setiap pembaharuan alias perbaikan umumnya kudu mengikuti kreasi arsitektur asli, sehingga membikin biaya perawatan semakin tinggi.

Ojha memperkirakan pemilik perlu mengalokasikan biaya sekitar 1-2% dari nilai pembelian setiap tahun hanya untuk biaya operasional dan pemeliharaan.

"Untuk rumah senilai US$32 juta, biaya tahunannya sangat besar dan pengeluaran itu tidak bakal pernah berhenti," ujarnya.

Privasi hingga Sulit Dijual Kembali

Selain biaya perawatan, rumah ikonik seperti Wayne Manor juga mempunyai tantangan lain, ialah persoalan privasi dan proses penjualan kembali.

Menurut Ojha, status rumah nan telah dikenal luas sebagai bagian dari sejarah Hollywood membikin pemilik kudu siap menerima perhatian dari para fans maupun wisatawan.

"Penggemar bakal terus datang ke depan gerbang rumah, dan rumah ini bakal selalu muncul dalam beragam daftar properti ikonik. Tidak ada langkah untuk mendapatkan kembali anonimitas itu," katanya.

Ia menambahkan bahwa tantangan terbesar justru muncul ketika pemilik mau menjual kembali rumah tersebut. Pasalnya, jumlah calon pembeli untuk properti berhistoris berukuran sangat besar jauh lebih sedikit dibandingkan rumah mewah modern dengan nilai serupa.

"Likuiditas adalah biaya tersembunyi nan sebenarnya, apalagi lebih krusial daripada sekadar nilai jualnya. Anda mungkin kudu menunggu bertahun-tahun untuk menemukan pembeli nan tepat," tutur Ojha. (Deadline/Yahoo Financew/Z-2)

Selengkapnya