Wapres Gibran: Kemajuan AI tak Boleh Menggerus Budaya Bangsa

1 bulan yang lalu 27
 Kemajuan AI tak Boleh Menggerus Budaya Bangsa Wapres Gibran (kiri).(Dok. Setwapres)

WAKIL Presiden Gibran Rakabuming Raka menegaskan kemajuan teknologi, termasuk kepintaran buatan (artificial intelligence/AI) dan media sosial, kudu dimanfaatkan untuk memperkuat pelestarian budaya, bukan justru mengikis identitas bangsa. Pemerintah, kata Gibran, berkomitmen memastikan transformasi digital melangkah beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya sebagai fondasi karakter nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Gibran saat menerima pengurus Bela Budaya Nusantara di Taman Wisata Seni dan Budaya Randu Mas, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, Rabu (15/7).

Menurut Gibran, perkembangan teknologi merupakan keniscayaan nan tidak mungkin dihindari. Karena itu, masyarakat perlu bisa beradaptasi tanpa meninggalkan akar budaya nan menjadi identitas bangsa.

“Memang tidak bisa dipungkiri, Pak, sekarang zamannya sosmed, zamannya AI, semua anak-anak pegang HP. Tapi nan namanya teknologi dan budaya kudu melangkah selaras, Pak. Kemajuan teknologi, disrupsi teknologi tidak mungkin kita lawan. Tapi ini kudu melangkah beriringan,” kata Gibran.

Ia menilai teknologi digital justru membuka kesempatan lebih besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia. Menurutnya, media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan beragam warisan budaya sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap budaya nasional. “Dengan adanya kemajuan teknologi, terutama sosmed, kita malah terbantu, Pak, untuk mengenalkan budaya kita lebih jauh,” ujarnya.

Gibran juga menekankan bahwa pemanfaatan teknologi secara positif sejalan dengan penerapan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto nan menempatkan pembangunan karakter bangsa dan pelestarian budaya sebagai bagian krusial dari agenda pembangunan nasional.

Dalam kesempatan nan sama, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Bela Budaya Nusantara, Mulyono, mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan pelestarian budaya istiadat. Ia mengaku cemas generasi muda bakal semakin jauh dari budaya andaikan tidak ada upaya nyata untuk mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa. “Kami juga merasa takut jika budaya tidak kita bela ke depan, bakal menjadikan generasi ini hanya pandai menjaga teknologi tapi tidak pandai dalam menjaga adat,” ujar Mulyono.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya. (Dev/P-3)

Selengkapnya