ilustrasi kebakaran barak Polres Mamteng.(dok.MI)
POLDA Papua menyatakan kebakaran 17 barak milik Polres Mamberamo Tengah di Kobakma pada Senin (17/8) diduga dipicu korsleting listrik. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito di Jayapura, Selasa (18/8), mengatakan hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan api berasal dari penumpukan colokan pada stopkontak nan berada dekat dengan gorden.
"Api berasal dari penumpukan colokan pada stopkontak nan menempel langsung pada gorden sehingga dengan sigap membakar tembok rumah nan terbuat dari kayu," katanya.
Kebakaran terjadi di kompleks Asrama Polres Mamberamo Tengah dan menyebabkan 46 personel kehilangan tempat tinggal. Menurut Cahyo, api dengan sigap membesar dan menghanguskan gedung lantaran keterbatasan sarana dan prasarana untuk melakukan pemadaman.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sumber api berasal dari salah satu petak barak nan dihuni personel Polres Mamberamo Tengah.
Ia mengatakan kondisi cuaca panas nan disertai angin kencang turut mempercepat pembesaran api dan merambatnya kebakaran ke gedung lainnya.
"Kondisi cuaca nan panas disertai angin kencang turut menyebabkan api dengan sigap membesar dan merambat ke gedung lainnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," ujarnya. (Ant/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·