237 Pengungsi Gempa Sikka Kembali ke Rumah, BNPB Percepat Pemulihan

2 jam yang lalu 4
237 Pengungsi Gempa Sikka Kembali ke Rumah, BNPB Percepat Pemulihan Pengungsi korban gempa bumi nan menempati GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, mulai kembali ke rumah, Senin (24/8).(Dok BNPB)

SEBANYAK 84 family alias 237 jiwa penyintas gempa bumi nan menempati letak pengungsian di GOR Samador, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai kembali ke rumah masing-masing pada Senin (24/8).

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan bahwa kepulangan ini merupakan bagian dari proses pemulihan bertahap. Langkah ini diambil setelah kondisi rumah para penyintas dipastikan tetap kondusif untuk ditempati berasas hasil kajian konteks saat ini lapangan.

Suasana di GOR Samador pada Senin sore tampak tertib saat para penyintas mulai mengemas peralatan pribadi dan membersihkan area tempat tinggal sementara mereka. Sebelum meninggalkan lokasi, setiap family dipanggil berasas info kartu family untuk menerima support kebutuhan pokok guna mendukung aktivitas awal mereka di rumah.

Proses kepulangan ini difasilitasi oleh BNPB bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Sikka, Dinas Sosial, TNI AL, Satpol PP, dan Basarnas. Tim campuran menyediakan armada untuk mengantarkan penduduk beserta barang-barang dan support sembako langsung ke kediaman mereka.

Kepulangan tahap awal ini diprioritaskan bagi penduduk nan rumahnya hanya mengalami kerusakan ringan dengan struktur gedung nan tetap stabil. Sejak gempa bermagnitudo 7,7 melanda pada Sabtu (15/8), tercatat total 300 family alias 1.290 jiwa mengungsi di GOR Samador. Dengan kepulangan 237 jiwa ini, saat ini tetap terdapat 216 family alias 1.053 jiwa nan memperkuat di letak pengungsian.

Percepat Pendataan dan Pemulihan Rumah Rusak

Berton menegaskan bahwa BNPB berbareng pemerintah wilayah terus melakukan pendataan dan verifikasi tingkat kerusakan rumah sebagai dasar pemberian bantuan. Skema support biaya perbaikan telah disiapkan pemerintah dengan rincian sebagai berikut:

  • Rusak Ringan: Bantuan perbaikan sebesar Rp15 juta.
  • Rusak Sedang: Bantuan perbaikan sebesar Rp30 juta.
  • Rusak Berat: Penanganan melalui pembangunan kediaman tetap (huntap).

Bagi penduduk nan rumahnya mengalami kerusakan berat, pemerintah menyediakan solusi sementara berupa Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp600 ribu per bulan. Dana ini dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara alias menempati kediaman sementara (huntara) hingga pembangunan huntap selesai.

BNPB memastikan seluruh support bakal diberikan secara akuntabel berasas hasil pengesahan tingkat kerusakan. Kepulangan sebagian penyintas ini menjadi sinyal positif bahwa penanganan darurat di Sikka mulai bergerak menuju tahap pemulihan jangka panjang agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan kondusif dan nyaman. (I-2)

Selengkapnya