3 Legenda Liga Inggris Ramai-ramai 'Rujak' Thomas Tuchel

5 hari yang lalu 13

Jakarta, CNN Indonesia --

Legenda Liga Inggris ramai-ramai kritik pedas strategi pembimbing Thomas Tuchel usai timnas Inggris kalah dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.

Asa Inggris untuk melaju ke final Piala Dunia 2026 terhenti setelah kalah 1-2 dari Argentina di Stadion Atlanta, Amerika Serikat, Kamis (16/7) awal hari WIB.

Inggris unggul 1-0 lebih dulu berkah gol Anthony Gordon pada menit ke-55. Setelah unggul, Tuchel melakukan sejumlah pergantian pemain nan membikin The Three Lions condong bertahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argentina pun lebih leluasa menguasai bola dan akhirnya sukses comeback lewat gol Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez.

Para pemain legendaris Premier League menilai Tuchel sebagai biang keladi kekalahan Inggris. Hasil akhir mungkin saja berubah jika pembimbing asal Jerman itu tidak buru-buru memilih strategi memperkuat musuh Argentina.

Eks pemain Manchester United, Gary Neville, menilai Tuchel semestinya menurunkan dua penyerang nan mempunyai kecepatan untuk memaksimalkan serangan balik.

"Sejujurnya saya pikir keputusan nan betul-betul berani ketika unggul 1-0 mungkin adalah menarik keluar Harry Kane," kata Neville mengawali komentarnya sebagai pundit dikutip Daily Mail.

"Jika Anda menginginkan kecepatan dalam melakukan serangan kembali di area tengah, Anda kudu menarik keluar salah satu dari Harry Kane alias Jude Bellingham, dan memasukkan pemain seperti Marcus Rashford dan Morgan Rogers di lini depan," ujar Neville menambahkan.

Lebih lanjut Neville menilai, skuad Harry Kane berada dalam momen terdekat menuju final Piala Dunia. Namun, Inggris kudu menelan pil pahit ketika kudu berhadapan dengan tim nan betul-betul mendominasi penguasaan bola.

"Para pemain ini telah bermain brilian dalam lima alias enam turnamen terakhir lantaran telah mencapai semifinal dan final, tetapi ini adalah kekalahan nan menyakitkan bagi mereka," tutur Neville.

Legenda timnas Inggris lainnya, Ian Wright juga sependapat dengan Neville. Menurutnya Tuchel sejak awal melakukan keputusan nan terlalu berani dalam menentukan skuad Inggris.

"Bagi saya, dia telah melakukan pergantian pemain nan bukan bertipe menyerang, melainkan bertahan."

"Untuk seorang pembimbing nan begitu berani dalam pemilihan pemain sejak awal, dengan pemain-pemain nan dia datangkan, apakah pemilihan dan pergantian pemain nan dilakukan jadi perihal nan positif di laga tersebut?" urai Ian Wright.

Sementara itu, Roy Keane, mengkritik pernyataan Tuchel selepas laga. Legenda Man United itu menyoroti komentar sang pembimbing nan mengaku tak menyesal melakukan perubahan strategi di babak kedua.

Banner Gempita Bola 2026

"Itu omong kosong. Itulah nan kudu saya katakan. Anda tidak bisa mengatakan mereka memainkan pertandingan terbaik. Berapa banyak sentuhan nan Anda miliki di dalam kotak penalti? Tujuh?"

"Jika Anda memainkan pertandingan terbaik Anda dan hanya mempunyai tujuh sentuhan dalam kotak penalti mereka, maka Anda tidak berambisi banyak dari diri Anda sendiri. Sebab, Argentina mempunyai 28 sentuhan," terang Roy Keane.

Ian Wright kemudian mengingatkan soal kekalahan menyakitkan di dua final Piala Eropa 2020 dan 2024. Dalam laga tersebut, Inggris sempat di atas angin namun memilih memperkuat hingga terjadi petaka.

"Saya ingat Italia di final Piala Eropa di Wembley dan kemudian hari ini, kita mengalami perihal nan sama. Ada pola nan berulang. Ketika kita dalam permainan, Luke Shaw mencetak gol [di Euro 2020], bam, kita jatuh tanpa jalan keluar," kenang Wright.

"Kemudian kita menyamakan kedudukan saat melawan Spanyol di Piala Eropa 2024, kita bertahan, mereka mencetak gol lagi. Dan, itu terjadi lagi hari ini," ujar Wright.

[Gambas:Video CNN]

(jun/jun/abs)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya