4 Cara Purbaya Kendalikan Rasio Utang RI Supaya Tak Naik Lagi

1 jam yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan empat pilar pengelolaan utang pemerintah ke depan, sebagai respons dari catatan DPR nan menyoroti kenaikan rasio utang pemerintah terhadap PDB dalam APBN 2025.

Menurut Purbaya, meskipun rasio utang pemerintah naik dari 39,81% pada 2024 menjadi 40,54% PDB dalam APBN 2025, sebetulnya tetap jauh dari pemisah kondusif nan telah ditetapkan Undang-undang Keuangan Negara sebesar 60% dari PDB.

"Masih jauh di bawah pemisah maksimal 60% PDB, sesuai UU sehingga APBN kita tetap kondusif dan terkendali," kata Purbaya saat Rapat Paripurna DPR, Selasa (14/7/2026).

Meski tetap dalam pemisah aman, Purbaya memastikan, pemerintah bakal terus berupaya mengendalikan tingkat rasio utang pemerintah terhadap PDB. Ia mengatakan, pemerintah setidaknya sudah menyiapkan empat skenario kebijakan untuk mengendalikan rasio utang terhadap PDB ke depan.

Empat pilar skenario pengendalian rasio utang itu adalah koordinasi fiskal berjenjang dalam rangka penguatan keseimbangan primer menuju positif, optimasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, serta pengelolaan portfolio utang aktif melalui debt switch, buy back dan konversi pinjaman.

"Dengan strategi ini pemerintah optimistis rasio utang dapat dikendalikan berjenjang sembari menjaga keberlanjutan fiskal dan pembangunan kita," tutur Purbaya.

Sebagai informasi, info rasio utang pemerintah terbaru nan dicatat Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan hingga akhir Kuartal I-2026 sebesar 40,75%, dengan nilai Rp 9.920,42 triliun.

Utang ini kembali mengalami peningkatan, dengan penambahan sekitar Rp 282,52 triliun dibanding dengan catatan per akhir Desember 2025 nan sebesar Rp 9.637,9 triliun. Akhir tahun lalu, utang pemerintah itu pun tetap setara 40,46%.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya