Tim Medis dari Polri memberikan jasa kesehatan kepada pengungsi korban gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, Senin (24/8).(Humas Polda NTT)
SEKITAR 400 penduduk terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, telah mendapat pelayanan di Posko Kesehatan Polri. Keluhan kesehatan nan ditemukan antara lain jangkitan saluran pernapasan atas (ISPA), flu, batuk, dan gastritis alias peradangan lambung.
Ketua Tim Kesehatan Pusdokkes Polri Kombes Pol drg. Ahmad Fauzi mengatakan, seluruh penduduk nan datang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. “Seluruh penduduk nan datang mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing,” kata Ahmad Fauzi lewat keterangan tertulis, Selasa (2/8).
Menurutnya, kondisi kesehatan penduduk nan sebelumnya mengalami beragam gangguan tersebut sekarang nyaris seluruhnya sudah teratasi, namun penduduk terdampak tetap memerlukan jasa kesehatan untuk menangani beragam keluhan nan muncul selama berada di letak pengungsian maupun wilayah terdampak.
Trauma Healing
Selain itu, penanganan penduduk terdampak gempa juga dilakukan melalui support psikologis, terutama bagi anak-anak nan tetap berada di letak pengungsian.
Di Posko Pengungsian Nagekeo, Tim Psikologi SSDM Polri berbareng sejumlah satuan kerja Polri, termasuk Brimob dan Propam, menggelar aktivitas trauma healing bagi anak-anak pengungsi. Kegiatan dilakukan melalui permainan, bernyanyi, interaksi, dan aktivitas edukatif nan disesuaikan dengan usia anak. Kegiatan tersebut ditujukan membantu anak-anak mengurangi rasa takut dan kekhawatiran setelah mengalami gempa.
Salah satu personel Tim Psikologi Polri, Ipda Dhira Dharmika, mengatakan trauma healing menjadi bagian dari upaya pemulihan psikologis masyarakat terdampak bencana. “Tim Psikologi Polri berfokus untuk menghilangkan trauma masyarakat nan menjadi korban gempa NTT,” kata Dhira.
Menuut Ipda Dhira, aktivitas psikologis untuk melengkapi penanganan kesehatan bagi penduduk terdampak, mengingat pemulihan pascabencana tidak hanya berangkaian dengan kondisi fisik, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak nan mengalami langsung situasi bencana. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·