5 Potensi Perubahan Timnas Indonesia Saat Lawan Singapura di Piala AFF

54 menit yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Kekalahan dari Vietnam menuntut John Herdman melakukan pertimbangan di Timnas Indonesia jelang menghadapi Singapura pada lanjutan Piala AFF 2026.

Timnas Indonesia dihajar 0-3 oleh Vietnam dalam laga ketiga fase grup Piala AFF 2026 di Stadion Pakansari, Senin (3/8) lalu. Pasukan Garuda kandas membendung penetrasi tinggi armada Kim Sang Sik.

Lantas perihal ini membikin Herdman perlu memutar otak lebih keras dalam waktu singkat. Sebab, tanding kontra Singapura, Jumat (7/8), jadi laga hidup-mati tim Merah Putih. Indonesia wajib menang andaikan mau mengunci tiket semifinal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lantaran kocak-kacir saat meladeni Vietnam, potensi Herdman untuk melakukan segenap perubahan sangat mungkin terjadi. Hal itu merujuk soal rotasi pemain maupun pergantian formasi. Lantas apa saja nan perlu diperbaiki?

1. Membenahi Kesadaran Bermain dengan Formasi 3 Bek

Di atas kertas, Herdman kerap memakai susunan 3-4-3 alias 3-4-2-1, termasuk pada pertandingan musuh Golden Star Warriors. Tiga tembok pertahanan Indonesia dikawal Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Shayne Pattynama.

Sorotan tertuju pada Ridho dan Jordi nan jadi bulan-bulanan Vietnam. Itu lantaran keduanya selalu kandas mengantisipasi high pressing Nguyen Van Vi dkk.

Sepak bola selalu soal kolektivitas. Artinya tidak elok jika menuding satu-dua orang nan jadi penyebab kekalahan. Ini juga tak lepas dari lini tengah dan ahli gedor Indonesia nan belum maksimal.

Menyoal formasi, perubahan besar-besaran nampaknya susah terjadi. Memakai susunan tiga bek sejatinya bukan masalah, namun para penggawa Garuda kudu lebih sadar bakal kekosongan pos-pos lini belakang nan sering ditinggal saat membangun serangan. Ini perlu jadi pertimbangan utama Herdman.

2. Rotasi Penjaga Gawang

Selanjutnya rotasi pemain diprediksi bakal terjadi. Jumlahnya bisa saja besar, mengingat kondisi bentuk para pemain terus terkuras seiring bertambahnya pertandingan. Selain itu, aspek performa juga jadi soal.

Nadeo Argawinata contohnya. Kiper milik Persija Jakarta berulang kali melakukan kesalahan serupa. Penempatan posisi Nadeo saat mau menghalau bola kurang jeli. Tiga gol dari Vietnam dan Kamboja bersarang di gawangnya lewat sisi tiang dekat nan ditinggalkan.

Baca lanjutan potensi perubahan Timnas Indonesia di laman selanjutnya>>>


Selengkapnya