81 Tahun Indonesia Merdeka, Ini 8 Kontribusi Nyata BRI untuk Negeri

1 jam yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk alias BRI sebagai bagian dari Danantara terus menegaskan perannya sebagai mitra strategis pembangunan nasional dengan menghadirkan beragam inisiatif nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat. Semangat tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur", nan menempatkan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sebagai bagian krusial dalam perjalanan Indonesia ke depan.

Direktur Utama BRI, Hery Gunardi mengatakan bahwa momentum kemerdekaan menjadi pengingat sekaligus dorongan bagi BRI untuk terus memperluas kontribusinya bagi bangsa, terutama dengan memperkuat ekonomi kerakyatan sebagai fondasi pertumbuhan nasional.

"Kami percaya bahwa kedaulatan dan kemajuan Indonesia berasal dari ekonomi rakyat. Dalam konteks ekonomi kerakyatan, BRI datang tidak hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai mitra nan proaktif mendorong pemerataan kesejahteraan rakyat, utamanya melalui pemberdayaan UMKM," terang Hery, Senin (17/8/2026).

Komitmen tersebut diwujudkan BRI melalui beragam program nan menyentuh kebutuhan masyarakat dari hulu hingga hilir, mulai dari memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, mendekatkan jasa finansial hingga wilayah perbatasan dan kepulauan, memperkuat ekonomi desa, menyediakan akses hunian, hingga melayani masyarakat Indonesia nan bekerja di luar negeri. Setidaknya terdapat delapan kontribusi utama BRI untuk Indonesia, yaitu:

1. Penyalur Kredit UMKM Terbesar di Indonesia

Keberpihakan BRI terhadap ekonomi kerakyatan salah satunya tercermin dari besarnya support pembiayaan kepada pelaku UMKM. Hingga akhir Triwulan II 2026, portofolio angsuran UMKM BRI mencapai sekitar Rp1.235 triliun, alias sebesar 75,2% dari total portofolio angsuran perseroan, menjadikan BRI sebagai bank dengan portofolio angsuran UMKM terbesar di Indonesia.

Di sisi lain, hingga akhir Juni 2026 BRI juga telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp103,81 triliun kepada 2 juta debitur. Penyalurannya didominasi sektor produktif nan mempunyai keterkaitan erat dengan kebutuhan masyarakat, dengan sektor pertanian mengambil porsi 42,68% dan perdagangan sebesar 32,34%.

2. Hadirkan Layanan Keuangan hingga Perbatasan dan Pulau Terluar

Luasnya bentang geografis Indonesia membikin pemerataan jasa finansial memerlukan pendekatan nan adaptif. Oleh lantaran itu, BRI terus memperkuat kehadiran jasa di beragam wilayah, mulai dari pusat aktivitas ekonomi hingga area perbatasan, desa, pesisir, dan kepulauan.

Hingga Juni 2026, BRI mempunyai lebih dari 7.000 jaringan kantor. Kehadiran BRI di tingkat organisasi diperkuat oleh 1,13 juta BRILink Agen nan telah melayani masyarakat di lebih dari 60.753 desa. Sepanjang semester I 2026, jaringan tersebut mencatatkan lebih dari 501 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp841 triliun. Capaian ini menunjukkan peran BRILink Agen tidak hanya sebagai titik transaksi, tetapi juga sebagai penggerak aktivitas ekonomi lokal sekaligus sarana ekspansi inklusi finansial hingga tingkat desa.

Di sisi lain, kehadiran pemasok juga membuka kesempatan upaya dan sumber pendapatan bagi masyarakat setempat. Dukungan jasa tersebut semakin komplit dengan sekitar 19 ribu ATM dan CRM nan tersebar di beragam wilayah Indonesia.

Untuk wilayah dengan tantangan geografis nan lebih kompleks, BRI menghadirkan pendekatan jasa nan lebih adaptif melalui Teras Kapal BRI. Saat ini jasa perbankan terapung tersebut beraksi melalui Bahtera Seva I di Kepulauan Seribu, Bahtera Seva II di Halmahera Selatan, Bahtera Seva III di Kepulauan Anambas, serta Nera Seva di Labuan Bajo.

3. Perluas Akses Digital, Pengguna BRImo Capai 49,7 Juta Pengguna

Jangkauan bentuk BRI diperkuat dengan transformasi digital agar jasa finansial dapat diakses masyarakat tanpa terbatas jarak dan waktu. Salah satu penggerak utamanya adalah Super App BRImo.

Hingga Juni 2026, BRImo telah digunakan oleh 49,7 juta pengguna dengan 3,32 miliar transaksi finansial dan volume transaksi mencapai Rp4.166 triliun. Pemanfaatannya telah berkembang dari kebutuhan transaksi dasar seperti transfer dan pembayaran hingga investasi dan beragam kebutuhan style hidup.

Dengan demikian, digitalisasi tidak menggantikan jaringan bentuk BRI, tetapi memperluas pilihan masyarakat dalam memperoleh jasa finansial sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

4. Bangun Kekuatan Ekonomi dari Desa Melalui Pemberdayaan UMKM

Selain memperluas pembiayaan, BRI mendorong pelaku upaya dan desa agar mempunyai kapabilitas nan semakin kuat untuk tumbuh secara mandiri. Pendekatan tersebut dijalankan melalui beragam program pemberdayaan nan menyentuh pengembangan usaha, kelembagaan, digitalisasi hingga ekspansi akses pasar.

Hingga Juni 2026, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5 ribu desa di seluruh Indonesia. Sementara melalui KlasterkuHidupku, BRI telah mengembangkan lebih dari 43.337 klaster upaya untuk membangun ekosistem upaya produktif berbasis komunitas.

Ekosistem tersebut diperkuat melalui LinkUMKM nan telah dimanfaatkan lebih dari 17,3 juta pelaku UMKM, serta 54 Rumah BUMN nan telah menyelenggarakan lebih dari 18 ribu training dengan sekitar 596 ribu UMKM terdaftar.

5. Dorong Masyarakat Naik Kelas melalui Holding Ultra Mikro dan Ekosistem Emas

Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus berkembang dari sekadar membuka akses pembiayaan menuju peningkatan kapabilitas finansial dan kepemilikan aset.

Melalui Holding Ultra Mikro berbareng Pegadaian dan PNM, BRI Group memperkuat ekosistem jasa finansial masyarakat hingga segmen akar rumput. Salah satu pengembangannya dilakukan melalui ekosistem emas nasional nan dikelola melalui Pegadaian. Hingga saat ini, kelolaan ekosistem emas dalam Holding Ultra Mikro mencapai 153 ton, mencakup simpanan emas, gadai emas, tabungan emas, angsuran emas, pinjaman modal kerja emas, bullion trading, hingga jasa titipan emas korporasi.

"Holding Ultra Mikro terbukti tidak hanya untuk memperluas akses pembiayaan, tetapi juga membantu masyarakat membangun aset. Ini merupakan tahapan krusial dalam proses pemberdayaan, dari memperoleh akses jasa keuangan, mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, hingga pada akhirnya bisa mengakumulasi aset dan meningkatkan kesejahteraan," kata Hery.

6. Perluas Akses Hunian melalui KPR Subsidi dan FLPP

Kontribusi BRI terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat juga diwujudkan melalui support terhadap Program 3 Juta Rumah. Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi BRI mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur.

Dari jumlah tersebut, pembiayaan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mendominasi dengan porsi 97%. BRI telah menjangkau sekitar 131 ribu penerima faedah FLPP di seluruh Indonesia, meningkat 33,92% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Sepanjang 2026, realisasi penyaluran FLPP tercatat sebanyak 19.075 unit alias 32,8% dari sasaran 60 ribu unit.

Dukungan tersebut menempatkan akses terhadap kediaman bukan hanya sebagai kebutuhan masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya menggerakkan sektor perumahan beserta mata rantai ekonomi nan menyertainya.

7. Dukung Pembangunan Nasional, BRI Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar di Industri Keuangan Indonesia

Skala upaya BRI juga diterjemahkan menjadi kontribusi langsung kepada negara melalui pembayaran pajak dan dividen. Pada tiga bulan pertama 2026, total setoran BRI secara konsolidasian mencapai Rp19,1 triliun, terdiri atas Rp8,1 triliun pajak dan Rp11,0 triliun dividen tahun berjalan.

Apabila ditarik ke belakang, konsistensi kontribusi tersebut tercermin dalam capaian selama tiga tahun terakhir. Pada 2023, BRI membayarkan setoran sebesar Rp50,5 triliun nan terdiri dari pajak senilai Rp27,3 triliun dan dividen tahun melangkah sebesar Rp23,2 triliun. Selanjutnya, pada 2024, setoran BRI menjadi Rp57,6 triliun nan terdiri dari Rp31,9 triliun pajak dan dividen tahun melangkah sebesar Rp25,7 triliun. Pada 2025, BRI kembali memberikan kontribusi kepada negara melalui setoran sebesar Rp55,8 triliun nan terdiri dari Rp28,1 triliun pajak dan dividen tahun melangkah sebesar Rp27,7 triliun.

Bagi BRI, kontribusi tersebut menjadi bagian dari pembuatan nilai ekonomi nan dikembalikan kepada negara untuk mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

8. Dampingi Pahlawan Devisa hingga Mancanegara

Kontribusi BRI untuk masyarakat Indonesia tidak berakhir di dalam negeri. BRI juga memperluas support kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan diaspora nan bekerja dan beraktivitas di beragam negara.

Hingga Juni 2026, sekitar 1,4 juta PMI telah menggunakan jasa remitansi BRI untuk mengirimkan penghasilan kepada family di Tanah Air. Dukungan tersebut diperkuat melalui jaringan internasional BRI, termasuk BRI Taipei Branch Office yang melayani kebutuhan finansial masyarakat Indonesia di Taiwan.

Pada pertengahan 2026, BRI juga meluncurkan BRImo Taiwan untuk memperluas akses jasa perbankan digital bagi WNI di Taiwan. Kehadirannya melengkapi jasa BRI Taipei Branch Office nan mencakup simpanan, pinjaman, remitansi, trade finance, treasury, serta beragam jasa perbankan lainnya.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya