Kegiatan Belajar Tatap Muka di Tiga Kabupaten Dihentikan Sementara Akibat Gempa NTT

57 menit yang lalu 2
Kegiatan Belajar Tatap Muka di Tiga Kabupaten Dihentikan Sementara Akibat Gempa NTT Ruang belajar nan rusak akibat gempa 7,7 magnitude di NTT(MI/Marianus)

KEGIATAN belajar mengajar (KBM) secara tatap muka pada jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dihentikan sementara menyusul gempa bumi nan mengguncang wilayah Flores, NTT.

Penghentian KBM tatap muka bertindak selama masa tanggap darurat, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.

Kebijakan tersebut disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi NTT, Adrianus Ngongo, melalui surat pemberitahuan Nomor 400.3.7.6/012/CPK6.3/2026 tertanggal 15 Agustus 2026.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI membawahi satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di tiga kabupaten, ialah Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

Dalam surat tersebut disebutkan, penghentian sementara KBM tatap muka dilakukan setelah Pemerintah Provinsi NTT menetapkan status tanggap darurat musibah gempa bumi selama 14 hari.

"Sehubungan dengan terjadinya musibah gempa bumi nan mengguncang wilayah Flores, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur telah menetapkan status tanggap darurat musibah gempa bumi selama 14 hari," demikian isi surat pemberitahuan tersebut.

Status tanggap darurat itu ditetapkan melalui Keputusan Gubernur NTT Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.

Adrianus meminta seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta, untuk menghentikan sementara aktivitas belajar mengajar secara tatap muka selama masa tanggap darurat.

Selain menghentikan KBM tatap muka, seluruh satuan pendidikan diminta segera melaporkan andaikan terdapat kerusakan pada gedung sekolah akibat gempa.

Pelaporan kerusakan dilakukan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT melalui kanal pendataan nan telah disediakan pemerintah.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI juga mengingatkan seluruh penduduk satuan pendidikan agar tidak memasuki ataupun menggunakan gedung sekolah nan mengalami kerusakan alias keretakan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah akibat nan dapat membahayakan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, maupun penduduk sekolah lainnya.

KBM tatap muka bakal kembali diaktifkan secara berjenjang setelah kondisi dinyatakan kondusif dan kondusif.

Informasi mengenai pembukaan kembali aktivitas belajar mengajar tatap muka bakal disampaikan melalui surat info lanjutan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI juga meminta seluruh penduduk satuan pendidikan mengikuti info resmi dari Pemerintah Provinsi NTT, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.

Warga sekolah diminta tidak mudah mempercayai ataupun menyebarkan info mengenai gempa bumi nan belum terverifikasi kebenarannya.

Penghentian sementara KBM tatap muka ini menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk memastikan keselamatan penduduk sekolah selama penanganan darurat pascagempa bumi di wilayah Flores. (H-4)

Selengkapnya