995 Senjata Ditemukan di Yayasan Sekolah Swasta Jaksel, DPR: Tak Mungkin Milik Individu

2 jam yang lalu 3
 Tak Mungkin Milik Individu Ilustrasi(Dok Magnific)

ANGGOTA Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak abdi negara penegak norma mengusut tuntas temuan 995 senjata api, amunisi, narkotika, hingga kepingan VCD porno di sebuah sekolah swasta area Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Legislator PDI Perjuangan tersebut menegaskan kepemilikan ratusan senjata oleh pihak sipil di lingkungan pendidikan merupakan persoalan ancaman keamanan nan sangat serius dan mengindikasikan adanya pelanggaran prosedur norma secara mendasar.

"Kepemilikan ratusan senjata api oleh pihak sipil tidak dapat dianggap sebagai perihal nan biasa. Sebanyak 995 pucuk senjata api bukanlah jumlah nan sedikit. Tidak mungkin seseorang secara sah mempunyai senjata dalam jumlah sebesar itu," ujar Hasanuddin melalui keterangan tertulis, Jumat (7/8).

Hasanuddin meminta interogator kepolisian tidak berakhir pada tindakan penyitaan peralatan bukti semata, melainkan wajib mengejar jaringan, asal-usul, serta motif penyimpanan peralatan rawan tersebut.

Ia juga menyarankan agar pengurus yayasan dan pengelola sekolah turut diperiksa secara intensif guna memastikan ada alias tidaknya pembiaran alias keterlibatan internal.

"Kasus ini kudu diusut hingga tuntas. Aparat perlu mengungkap dari mana senjata api itu berasal, gimana bisa tersimpan di lingkungan sekolah, dari mana narkotika diperoleh, serta siapa saja nan bertanggung jawab. Semua kebenaran kudu dibuka secara transparan," tegasnya.

Sebelumnya, ratusan senjata api tersebut ditemukan berada di ruang tersembunyi menyerupai bunker di bawah gedung sekolah nan diduga dibuat oleh mantan Ketua Yayasan berinisial IWD. Pihak sekolah membeberkan bahwa tetap terdapat satu area bunker lain nan hingga sekarang belum sukses dibuka.

Dari hasil inventarisasi awal, jenis senjata nan diamankan meliputi kaliber 5,56 mm, .40, 9 mm, .22, karabin M4, Walther, magazen Glock, hingga 30 butir amunisi.

Saat ini seluruh peralatan bukti telah diamankan dan dititipkan di Polda Metro Jaya. Kunci ruang rahasia tersebut sebelumnya dikuasai oleh Ketua Yayasan berinisial IWD nan telah resmi dipecat dari jabatannya sejak April lalu. (E-4)

Selengkapnya