Ada 2 Bintang Jatuh Malam Ini, Simak Waktu Terbaik Mengamati Hujan Meteor

1 jam yang lalu 3
Ada 2 Bintang Jatuh Malam Ini, Simak Waktu Terbaik Mengamati Hujan Meteor Jangan lewatkan kejadian hujan meteor Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids malam ini, Sabtu (1/8).(Dok. Nasa)

LANGIT malam pada Sabtu (1/8) diperkirakan bakal menyuguhkan pemandangan spektakuler seiring dengan puncak aktivitas dua hujan meteor tahunan, Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids. Fenomena astronomi ini menjadi kesempatan langka bagi masyarakat untuk menyaksikan puluhan "bintang jatuh" secara langsung tanpa support perangkat optik.

Berdasarkan info nan dihimpun dari NASA, awal Agustus 2026 menjadi periode krusial bagi pengamat langit. Sisa puncak aktivitas kedua hujan meteor ini dapat diamati dengan jelas mulai tengah malam hingga menjelang fajar, terutama di wilayah nan mempunyai langit gelap dan minim polusi cahaya.

Karakteristik Southern Delta Aquariids dan Alpha Capricornids

Southern Delta Aquariids merupakan hujan meteor nan aktif sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus. Fenomena ini dikenal dengan lintasan meteor nan sigap dan sangat ideal diamati dari bagian Bumi selatan, termasuk wilayah Indonesia.

Di sisi lain, Alpha Capricornids menawarkan daya tarik berbeda meski jumlah meteornya lebih sedikit. Hujan meteor ini sering kali menghasilkan fireball alias bola api, ialah meteor berukuran besar nan memancarkan sinar sangat terang saat terbakar di atmosfer Bumi. Perpaduan keduanya diprediksi bakal membikin langit malam jauh lebih aktif dari biasanya.

Tips dan Waktu Pengamatan Terbaik

Untuk mendapatkan pengalaman visual maksimal, NASA menyarankan pengamatan dilakukan setelah tengah malam hingga sebelum mentari terbit. Pada waktu tersebut, posisi pengamat berada pada arah nan tepat untuk memandang lintasan partikel debu komet nan masuk ke atmosfer.

Berikut adalah beberapa tips untuk menyaksikan hujan meteor malam ini:

  • Pilih letak terbuka nan jauh dari lampu kota, seperti pantai alias pegunungan.
  • Biarkan mata beradaptasi dengan kegelapan selama 20 hingga 30 menit.
  • Hindari penggunaan ponsel agar penglihatan malam tetap tajam.
  • Tidak diperlukan teleskop alias binokular lantaran meteor bakal muncul secara random di beragam penjuru langit.

Menanti Puncak Hujan Meteor Perseids

Fenomena malam ini juga menjadi pembuka bagi atraksi langit nan lebih besar, ialah hujan meteor Perseids. NASA menyebut bahwa Perseids bakal mencapai puncaknya pada 12–13 Agustus 2026.

Perseids dikenal sebagai salah satu hujan meteor terbaik sepanjang tahun. Dalam kondisi langit nan ideal, kejadian tersebut bisa menghasilkan hingga 100 meteor per jam, menjadikannya agenda wajib bagi para pecinta astronomi di seluruh dunia. (Nasa/Z-10)

Selengkapnya