Ada Ancaman Iran, Donald Trump Sembunyi dalam Truk Katering di Turki

2 jam yang lalu 12
Ada Ancaman Iran, Donald Trump Sembunyi dalam Truk Katering di Turki Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan keluar dari Turki secara rahasia pada akhir perjalanan internasional baru-baru ini melalui strategi penyamaran nan rumit. Langkah ini melibatkan penggunaan pesawat umpan dan truk katering guna menghindari plot pembunuhan dari pihak Iran, sebagaimana dilaporkan oleh The Washington Post dan The New York Times.

Pada awal Juli, Trump terbang ke Turki untuk menghadiri KTT NATO menggunakan pesawat Air Force One baru nan merupakan pemberian dari Qatar. Namun, setibanya di Turki, ketegangan dengan Iran kembali memuncak. Trump kemudian mengumumkan bahwa jet baru tersebut bakal langsung berangkat ke Inggris, sementara dia bakal menyusul menggunakan pesawat Air Force One lama nan berwarna biru muda.

Taktik Truk Katering di Landasan Pacu

Laporan terbaru mengungkapkan bahwa sang presiden sebenarnya tidak berada di dalam Air Force One lama saat pesawat itu lepas landas. Trump secara diam-diam dipindahkan dari pesawat kepresidenan ke jet militer lain untuk terbang dari Turki menuju Inggris.

Metode nan digunakan untuk menyembunyikan keberadaan presiden adalah dengan menggunakan truk katering nan biasanya digunakan di landasan pacu untuk mengantar makanan dan minuman ke pesawat. Staf Gedung Putih dan awak media nan terbang dengan Air Force One tidak menyadari bahwa Trump telah mengambil pesawat terpisah demi keselamatannya.

"Kami lepas landas dari Ankara pukul 20.43," lapor seorang wartawan kepresidenan dari atas pesawat Air Force One biru muda saat itu. "Kami disarankan untuk tetap menutup gorden jendela di kabin pers. Sampai bertemu di sisi lain."

Konteks Ancaman: Penyamaran ini dilakukan saat perang dengan Iran sedang bereskalasi. Pada 8 Juli di KTT NATO, Trump menyatakan bahwa gencatan senjata AS dengan Iran berakhir dan memperingatkan bakal ada serangan kuat terhadap Republik Islam tersebut.

Penggunaan Pesawat Umpan

Awalnya, publik meyakini Trump menggunakan Boeing 747-200 (Air Force One lama) untuk perjalanan tahap pertama kembali ke Amerika Serikat. Setelah tiba di Pangkalan Angkatan Udara RAF Mildenhall di Inggris, Trump dan krunya diyakini pindah kembali ke pesawat merah-putih-biru baru, Boeing 747-B, untuk menyeberangi Atlantik.

Namun, laporan media menyebut bahwa Trump sebenarnya melakukan perjalanan ke Inggris menggunakan pesawat militer C-32A nan lebih kecil. Jet tersebut merupakan bagian dari rombongan Gedung Putih ke Inggris nan awalnya digunakan untuk mengangkut Kepala Pentagon, Pete Hegseth.

Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, menanggapi laporan mengenai ancaman tersebut dengan menyatakan bahwa pemerintah menggunakan segala langkah nan tersedia untuk melindungi presiden. "Seperti nan dikatakan Presiden baru-baru ini, ada banyak musuh Amerika nan mengincarnya, dan kami menggunakan setiap perangkat nan kami miliki--termasuk pengalihan dan penyesatan--untuk mengatasi ancaman tersebut," ujar Cheung. (USA Today/I-2)

Selengkapnya