Lulur Keraton Diolah Jadi Ritual Perawatan Modern

1 jam yang lalu 3
Lulur Keraton Diolah Jadi Ritual Perawatan Modern Upaya memperkenalkan kembali tradisi lulur kepada generasi muda dilakukan Purbasari melalui aktivitas berjudul A Touch of Royal Beauty di laman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.(Dok. Purbasari)

TRADISI perawatan tubuh menggunakan lulur berbahan alami telah menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Jawa, termasuk lingkungan Keraton Yogyakarta. Racikan berbahan rempah, bunga, daun, hingga akar tanaman tidak hanya digunakan untuk merawat kulit, tetapi juga menjadi bagian dari ritual nan mengedepankan keseimbangan tubuh dan pikiran.

Di tengah perkembangan industri kecantikan nan semakin lekat dengan beragam bahan aktif dan teknologi perawatan modern, tradisi tersebut kembali mendapatkan perhatian. Lulur tidak lagi sekadar dipandang sebagai ritual kecantikan masa lalu, tetapi dapat diterjemahkan menjadi corak perawatan tubuh nan lebih praktis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Upaya mengenalkan kembali tradisi tersebut kepada generasi muda salah satunya dilakukan melalui penemuan produk perawatan tubuh nan mengambil inspirasi dari ritual kecantikan Keraton Yogyakarta. Salah satunya melalui Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton.

Produk ini memadukan konsep perawatan tubuh tradisional dengan formulasi modern. Purbasari mengangkat kembali prinsip lulur sebagai bagian dari ritual mandi, sekaligus menghadirkannya dalam format nan dapat digunakan sehari-hari di rumah.

Memadukan tradisi dan formulasi modern
Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton diperkaya sejumlah bahan nan diklaim mempunyai faedah untuk perawatan kulit. Salah satunya chamomilla recutita extract alias ekstrak chamomile nan dikenal mempunyai sifat menenangkan kulit dan membantu meredakan iritasi.

Produk tersebut juga mengandung camellia sinensis leaf extract alias ekstrak green tea nan kaya antioksidan. Kandungan ini digunakan untuk membantu melawan tanda-tanda penuaan awal sekaligus menjaga elastisitas kulit.

Sementara itu, jasminum officinale oil alias jasmine oil memberikan kelembapan sekaligus menghadirkan aroma melati nan identik dengan nuansa perawatan tradisional. 

Kandungan niacinamide melengkapi formulasi dengan kegunaan membantu memperbaiki tampilan kulit kusam sehingga kulit terlihat lebih cerah dan sehat.

Tekstur lulur nan lembut dirancang untuk membersihkan kulit secara menyeluruh sekaligus tetap mempertahankan kelembapan alami. Perpaduan tekstur tersebut dengan aroma teh melati juga dihadirkan untuk memberikan pengalaman mandi nan lebih relaks.

Dengan konsep tersebut, ritual mandi tidak hanya ditempatkan sebagai aktivitas untuk membersihkan tubuh, tetapi juga sebagai waktu untuk merawat diri dan memberikan ruang untuk beristirahat sejenak dari rutinitas.

Mengajak Gen Z mengenal lulur keraton
Upaya memperkenalkan kembali tradisi lulur kepada generasi muda turut dilakukan Purbasari melalui aktivitas berjudul A Touch of Royal Beauty di laman Candi Tirta Raharjo, Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam aktivitas tersebut, belasan wanita dari generasi Z diajak merasakan langsung pengalaman meracik ramuan lulur kecantikan nan terinspirasi dari tradisi Keraton Yogyakarta.

Aktivitas tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk tidak hanya mengenal lulur sebagai produk perawatan tubuh, tetapi juga memahami proses dan nilai nan melekat pada tradisi perawatan tubuh Nusantara.

Brand Executive Purbasari, Carensca, mengatakan aktivitas tersebut menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan kembali kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda.

Menurut dia, tradisi kecantikan Nusantara mempunyai potensi untuk terus dikembangkan melalui inovasi, sehingga tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

"Kami mau melestarikan budaya Nusantara dan memberikan wawasan tentang kekayaan lokal nan tak kalah dengan produk luar negeri. Lulur Teh Keraton menjadi salah satu nan kami hadirkan agar masyarakat bisa merasakan perawatan ala keraton di rumah," ujar Carensca.

Melalui pendekatan tersebut, pengenalan tradisi tidak berakhir pada aspek historis, tetapi juga diarahkan pada pengalaman langsung. Generasi muda diajak memandang bahwa warisan budaya dapat datang dalam corak nan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Perawatan tubuh sebagai corak relaksasi
Konsep nan diangkat Purbasari juga menempatkan aktivitas merawat tubuh sebagai bagian dari kebutuhan untuk beristirahat dan memberikan perhatian kepada diri sendiri.

Aroma teh melati nan khas, tekstur lulur nan lembut, serta kandungan perawatan kulit dipadukan untuk menghadirkan sensasi mandi nan lebih menenangkan. Konsep tersebut mengambil inspirasi dari ritual perawatan tubuh tradisional nan tidak hanya berorientasi pada kecantikan kulit, tetapi juga kenyamanan tubuh dan pikiran.

Pada akhirnya, penemuan lulur berbasis tradisi menunjukkan bahwa warisan kecantikan Nusantara tetap mempunyai ruang untuk berkembang di tengah perubahan tren beauty. Tradisi nan diwariskan turun-temurun dapat dikemas kembali melalui pendekatan formulasi dan penggunaan nan lebih modern, tanpa sepenuhnya meninggalkan identitas asalnya. Melalui Purbasari Lulur Mandi Teh Keraton, Purbasari membujuk wanita Indonesia mengenal kembali ritual perawatan tubuh nan terinspirasi dari tradisi keraton sekaligus menjadikannya bagian dari rutinitas perawatan di rumah.

Perpaduan tradisi dan penemuan tersebut pada akhirnya tidak hanya menawarkan pengalaman perawatan kulit, tetapi juga menjadi salah satu langkah untuk menjaga agar kekayaan budaya Nusantara tetap dikenal dan relevan bagi generasi berikutnya. (Put/E-1)

Selengkapnya