ilustrasi serangan serdadu AS ke Iran barat.(Anadolu)
KETEGANGAN antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah media pemerintah Iran melaporkan adanya serangan udara di dekat Kota Piranshahr, wilayah barat Iran nan berbatasan dengan Irak. Insiden ini terjadi di tengah rapuhnya situasi keamanan pasca meredanya saling serang kedua negara.
Stasiun televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan pada Rabu (29/7) bahwa serangan udara tersebut menyasar letak di Provinsi Azerbaijan Barat. Menurut laporan itu, serangan diduga dilakukan oleh Amerika Serikat.
Hingga sekarang belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun tingkat kerusakan nan ditimbulkan akibat serangan tersebut. Insiden ini terjadi ketika situasi keamanan di area tetap berada dalam kondisi rapuh. Dalam beberapa hari terakhir, intensitas bentrok sempat menurun setelah saling serang antara Amerika Serikat dan Iran mereda sejak Jumat.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa gencatan senjata telah berhujung pada 8 Juli menyusul serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz nan oleh Washington dituduhkan kepada Teheran.
Selama periode eskalasi, militer Amerika Serikat melancarkan sejumlah serangan di wilayah Iran. Berdasarkan keterangan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), operasi tersebut menargetkan prasarana militer, sistem pengawasan pesisir, akomodasi rudal dan drone, aset angkatan laut, serta pusat logistik.
Iran kemudian merespons dengan melancarkan serangan terhadap sejumlah akomodasi dan peralatan militer Amerika Serikat nan berada di beberapa negara Arab di area Timur Tengah.
Konflik terbaru ini kembali memanas meskipun Washington dan Teheran sebelumnya telah menandatangani nota kesepahaman pada Juni lalu. Keduanya menyerukan penghentian pertempuran serta dimulainya proses negosiasi menuju kesepakatan nan lebih luas untuk mengakhiri perang nan pecah setelah serangan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari. (Anadolu/Fer)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·