Menko Perekonomian Airlangga Hartarto(Antara)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa esensial ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global. Kekuatan ini didukung oleh disiplin fiskal nan ketat, ranking investasi nan stabil, serta kepercayaan penanammodal nan terus terjaga.
Airlangga menyampaikan bahwa Indonesia sukses mempertahankan status investment grade (layak investasi) dari beragam lembaga pemeringkat internasional ternama seperti S&P, Fitch, dan Moody's. Hal ini menjadi gambaran stabilitas perekonomian nasional di mata dunia.
"Nah jika kita lihat memang salah satu nan selalu dibahas, sovereign rating Indonesia tetap pada investment grade," ujar Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 berjudul "Regaining Investor Trust: Navigating the Future of Indonesian Listed Companies" di Jakarta, Selasa (11/8).
Selain ranking kedaulatan, Airlangga menambahkan bahwa Panda Bond Indonesia juga memperoleh ranking Triple A. Pencapaian ini menunjukkan bahwa instrumen finansial pemerintah mempunyai kredibilitas tinggi dan daya tarik kuat bagi penanammodal internasional.
Disiplin Fiskal dan Perbandingan Global
Salah satu pilar utama kekuatan ekonomi nasional, menurut Airlangga, adalah disiplin fiskal. Indonesia konsisten menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen, sebuah prestasi nan hanya bisa dilakukan oleh sedikit negara di bumi saat ini.
Ia membandingkan kondisi fiskal Indonesia dengan sejumlah negara maju nan mempunyai rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) jauh lebih tinggi. "Negara seperti Jepang punya debt to GDP di atas 100 persen. Amerika juga demikian, Singapura pun demikian. Jadi apa nan membikin kita khawatir? Angka-angka nan kita targetkan sendiri tetap relatif aman, jadi jangan cemas berlebihan," tegasnya.
Airlangga menekankan bahwa Indonesia tetap dipandang sebagai negara dengan ekonomi stabil, bukan lagi frontier market. Oleh lantaran itu, pemerintah berkomitmen menjaga parameter makroekonomi agar tetap berada pada jalurnya.
Kinerja Emiten dan Proyeksi Pasar Modal
Di sektor pasar modal, Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah penanammodal terbesar di ASEAN dan mempunyai jumlah perusahaan tercatat terbesar kedua di area tersebut. Airlangga menyoroti pertumbuhan untung nan signifikan di beberapa sektor kunci:
- Basic Materials: Tumbuh 258,9%.
- Transportation and Logistics: Tumbuh 103,4%.
- Financial: Tumbuh 39,8%.
Terkait aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO), Airlangga optimistis semester kedua tahun 2026 bakal menunjukkan akselerasi. Meskipun pada semester pertama sempat mengalami perlambatan, kehadiran tujuh emiten baru pada Juli 2026 diharapkan bisa mengejar sasaran dengan nilai IPO mencapai Rp2,16 triliun.
Sebagai penutup, Menko Airlangga meminta para pelaku pasar dan emiten untuk tidak terpengaruh secara berlebihan oleh perubahan penilaian sesaat. Fokus utama perusahaan kudu tetap pada menjaga prospek usaha, transparansi, serta tata kelola perusahaan nan baik (GCG) sebagai gambaran kekuatan ekonomi nasional. (Ant/E-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·