Jakarta, CNN Indonesia --
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) resmi memperketat persyaratan keberangkatan bagi bagian olahraga jalur berdikari untuk Asian Games 2026.
Langkah ini diambil guna merespons kompleksnya tantangan logistik dan terbatasnya akomodasi akomodasi di Aichi-Nagoya, Jepang.
Pengetatan izin tersebut bakal disepakati dalam Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) KOI berbareng pengurus besar cabor di Kantor NOC Indonesia, Senin (20/7). Forum ini menjadi arena koordinasi taktis demi memastikan seluruh kontingen Merah Putih mendapatkan pelayanan operasional nan kondusif dan terukur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chef de Mission (CdM) Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu mengungkapkan panitia penyelenggara setempat (AINAGOC) terpaksa membagi akomodasi tempat tinggal kontingen ke dalam tiga jenis akomodasi berbeda lantaran keterbatasan ruang di hub utama.
"Penempatan atlet itu dibagi dalam tiga bentuk. Ada Athlete Village, ada di cruise (kapal pesiar), dan juga dimanfaatkan hotel-hotel nan ada nan berdekatan ke setiap bagian olahraga. Tim CdM sekarang juga lagi men-sizing khususnya untuk strategi supporting akomodasi maupun transportasi," ujar Todotua.
Todotua menjelaskan, pusat kediaman utama kontingen berupa perkampungan atlet dengan model kontainer (containerized) nan terletak di Dermaga Taman Pelabuhan Nagoya.
Menyadari letak penginapan nan terpencar jauh dari Tokyo hingga Aichi-Nagoya, pihaknya sekarang telah merancang mitigasi berlapis di lapangan.
"Di situ kelak kita juga sudah menyiapkan layer-layer backup. Dan di mana kelak setiap venue bakal bertanding, kelak itu kita juga bakal menempatkan tim-tim CdM di situ, sehingga kelak andaikan terjadi hal-hal nan tidak diinginkan itu kita sudah ada back-upan di situ," kata Todotua.
Sementara itu, Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menegaskan situasi logistik di Jepang kali ini merupakan nan paling menantang sepanjang sejarah. Oleh karena itu, pengajuan cabor berdikari kudu dikaji secara ketat melalui parameter kesiapan logistik, akomodasi, serta rekomendasi tim review prestasi.
Pria nan berkawan disapa Okto itu mengingatkan agar cabor berdikari tidak memaksakan keberangkatan jika belum mempunyai kepastian akomodasi di Jepang. Hal tersebut dinilai krusial demi menjaga nama baik delegasi Indonesia dan menghindari penumpukan massa tanpa arah.
"Jangan sampai di sana jadi rombongan liar. Itu tantangannya bakal begitu besar dan itu bakal membawa nama Indonesia. Siapapun nan berangkat itu kudu memastikan bahwa mereka bisa maksimal dan aman. nan mau berdikari kudu dipastikan di sana ada tempat tidur," tegas Okto.
(afr/afr/rhr)
Add
as a preferred source on Google

1 hari yang lalu
5







English (US) ·
Indonesian (ID) ·