Akses Pembiayaan Buka Ruang bagi UMKM untuk Berkembang

54 menit yang lalu 2
Akses Pembiayaan Buka Ruang bagi UMKM untuk Berkembang Siti Aminah, pemilik Es Dawet Ireng sekaligus UMKM Binaan Amartha menjajakan dagangannya dengan gentong tanah liat nan menjadi karakter khasnya.(Dok Istimewa)

PERTUMBUHAN ekonomi Indonesia tetap berada di jalur positif. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II-2026. Pertumbuhan tersebut turut ditopang oleh konsumsi rumah tangga nan tumbuh 5,06  persen dan tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. 

Bagi banyak pengusaha ultra-mikro di desa, pertumbuhan ekonomi nasional tidak selalu datang dalam corak angka. Melainkan sering terasa dalam hal-hal nan dekat dengan keseharian, seperti nilai bahan baku, jumlah pelanggan, perubahan selera konsumen, hingga kebutuhan modal ketika upaya mulai berkembang.

Seperti halnya nan dialami oleh Siti Aminah, pemilik upaya Es Dawet Ireng Pawon Jiwandono di Bogor, dia memulai usahanya pada 2018 dengan modal Rp5 juta dari sang adik. Berbekal resep family dan memandang kesempatan di daerahnya, dia mulai berdagang untuk membantu perekonomian keluarga. Dari upaya sederhana itu, Siti sekarang bisa mencatat omzet lebih dari Rp7 juta per bulan pada periode penjualan terbaik. 

Namun, menjaga upaya tetap melangkah bukan perkara mudah. Harga bahan baku seperti gula aren, santan, dan sagu beberapa kali meningkat dan menekan biaya produksi. Pada saat nan sama, tren minuman kekinian seperti boba turut mengubah preferensi konsumen.

Tekanan biaya tersebut mempunyai pengaruh nan lebih luas, BPS mencatat Indeks Harga Produsen (IHP) sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum pada triwulan II-2026 naik 2,65 persen secara tahunan. Secara kuartalan, indeks sektor tersebut juga meningkat 1,11 persen .

Bagi Siti, perubahan tersebut dihadapi dengan beradaptasi tanpa meninggalkan identitas produknya. Dawet ireng tetap menjadi produk utama, tetapi dia menambahkan pilihan topping seperti durian, keju, dan nangka agar lebih dekat dengan selera pasar. Ia juga memperluas sumber pendapatannya dengan menerima pesanan untuk arisan, syukuran, hingga ulang tahun.

“Yang kami jaga adalah kualitas rasa. Pembeli percaya dan terus kembali. Dawet ireng memang minuman tradisional, tetapi bisa dikemas lebih kekinian tanpa menghilangkan cita rasanya.” ujar Siti.

Saat memasuki musim hujan membikin penjualan minuman condong menurun, dia memutar otak untuk memproduksi peyek sebagai produk pelengkap untuk menjaga arus kas usaha. 

Tahun berlalu, tantangan silih berganti. Pandemi menghantam semua sektor kala itu, aktivitas berjualannya sempat berakhir total dan pemasukan family ikut terdampak. Kesempatan mengikuti pagelaran UMKM kemudian menjadi salah satu titik kembali untuk kembali membangun usaha. 

Dari Bertahan Hingga Berkembang

Seiring meningkatnya permintaan, Siti mulai memerlukan modal untuk mengembangkan usaha. Dalam sekitar tiga tahun terakhir, pembiayaan dari Amartha digunakannya untuk memperluas jangkauan usahanya. “Alhamdulillah upaya semakin berkembang, semakin banyak nan mengenal produk kami. Modal upaya dari Amartha membantu saya menyewa kedai, menambah tenaga kerja dan memperluas upaya sampai pengiriman di luar Bogor,” kata Siti. 

Bagi UMKM, akses pembiayaan menjadi semakin krusial lantaran sektor ini berkontribusi sekitar 61 persen terhadap PDB dan menyerap 97 persen tenaga kerja nasional. Menurut Siti, pembiayaan tersebut menjadi bagian dari proses memperbesar upaya hingga menciptakan lapangan kerja bagi penduduk sekitar.

Cerita Siti menjadi salah satu gambaran gimana akses pembiayaan dapat memberi ruang bagi upaya mikro untuk berkembang. Berdasarkan Sustainability Report Amartha 2025, 89 persen UMKM bimbingan mengalami peningkatan pendapatan, dengan rata-rata pertumbuhan mencapai 63 persen setelah memperoleh akses pembiayaan. 

Pertumbuhan upaya juga dapat membuka lapangan kerja, Amartha mencatat lebih dari 90 ribu mitranya sukses merekrut tenaga kerja pertama, terlebih 96 persen di antaranya merupakan perempuan. Apa nan terjadi pada Siti menjadi contoh konkret keberhasilan UMKM dapat menghidupkan perekonomian desa secara berkelanjutan.

Di kembali nomor pertumbuhan ekonomi nasional, ada banyak upaya mini nan terus bergerak dengan caranya masing-masing. Tidak selalu besar, tapi nyata dan dari sanalah aktivitas ekonomi terus berjalan. (H-2)

Selengkapnya