Alasan Pemerintahan Prabowo Bangun Sekolah Rakyat Ala Boarding School

1 jam yang lalu 2
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan pembangunan Sekolah Rakyat terus dikebut menjelang dimulainya tahun aliran baru 2026/2027. Program nan menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu dirancang sebagai sekolah berasrama tanpa biaya bagi anak-anak dari family prasejahtera.

"Pak Presiden memandang bahwa langkah paling sigap mengangkat masyarakat nan tetap berada di bawah garis prasejahtera adalah melalui pendidikan. Karena itu dibangunlah Sekolah Rakyat nan berkarakter boarding school. Kalau hanya sekolah pagi lampau pulang sore, mereka bakal kembali membantu orang tuanya mencari nafkah. Itu nan tidak diinginkan Pak Presiden," kata Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam Economic Update CNBC Indonesia, Jumat (3/7/2026).

Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan ruang belajar, tetapi juga seluruh akomodasi penunjang kehidupan siswa selama menempuh pendidikan. Pemerintah menyiapkan asrama, ruang makan, akomodasi olahraga, hingga perangkat belajar agar peserta didik dapat berkembang secara optimal.

"Semua komplit di situ. Ada pondok guru, pondok anak-anak, tempat makan, tempat olahraga, apalagi laptop juga disiapkan. Program ini betul-betul free of charge dan hanya diperuntukkan bagi putra-putri family prasejahtera. Kalau kelak masyarakat memandang langsung, Sekolah Rakyat nan kita bangun mungkin lebih bagus daripada boarding school terbaik nan ada di negeri ini," ujarnya.

Pembangunan bentuk Sekolah Rakyat sekarang telah memasuki tahap akhir. Kementerian PU menargetkan seluruh akomodasi dapat digunakan pada awal tahun aliran baru sehingga siswa dapat langsung menempati sekolah meski tetap ada pekerjaan penyelesaian minor di beberapa lokasi.

"Tahun ini kita membangun sekitar 93 Sekolah Rakyat. Per 20 Juni 2026, rata-rata progresnya sudah sekitar 81 sampai 82 persen. Harapan saya, saat tahun aliran baru pertengahan Juli kelak semuanya sudah selesai. Kalaupun tetap ada nan belum 100 persen, paling tidak sudah fungsional sehingga anak-anak bisa langsung masuk sembari kita menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan mini nan tersisa," jelasnya.

Kementerian PU bekerja sebagai pendukung pembangunan prasarana dalam program tersebut. Sementara penyelenggaraan pendidikan, kurikulum, hingga pengelolaan sekolah dilakukan secara kolaboratif berbareng kementerian dan lembaga lain sesuai tugas masing-masing.

"Fokus kami di Kementerian PU murni membangun infrastrukturnya. Tidak hanya gedung, tetapi juga listrik, wifi, air bersih, sanitasi, tempat tidur hingga akomodasi belajar. Adapun kurikulum dan penyelenggaraan pendidikan menjadi tugas kementerian lain. Program ini memang dikerjakan berbareng agar tujuan besarnya, ialah memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, bisa tercapai," ujar Dody.

Kemen PU Bangun 93 Sekolah Rakyat Unggulan Prabowo di 2026 Demi Perkuat SDM & Berantas KemiskinanKemen PU Bangun 93 Sekolah Rakyat Unggulan Prabowo di 2026 Demi Perkuat SDM & Berantas Kemiskinan Foto: CNBC INDONESIA

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya