Alasan Sedih Ayah Yamal Absen Nonton Langsung Final Piala Dunia 2026

2 hari yang lalu 4

Jakarta, CNN Indonesia --

Ayah Lamine Yamal, Mounir Nasraoui, mengungkapkan argumen emosional di kembali keputusannya untuk tidak datang langsung di stadion demi menyaksikan sang anak berkompetensi di final Piala Dunia 2026.

Yamal, nan sukses memenangi Euro dua tahun lampau berbareng Spanyol, dijadwalkan menjadi motor serangan La Furia Roja untuk menantang Lionel Messi dan Argentina di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Minggu (19/7) waktu setempat alias Senin (20/7) awal hari WIB.

Pertumbuhan pekerjaan pemain sensasional Barcelona berumur 19 tahun ini terbilang sangat fenomenal. Yamal sekarang berkesempatan mengawinkan gelar Euro dengan trofi Piala Dunia di usia remaja, sekaligus menggagalkan misi Argentina menjadi tim pertama nan mempertahankan gelar juara bumi sejak Brasil pada 1962.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adik laki-laki Yamal, Keyne, kerap mencuri perhatian kamera di tribun penonton sepanjang turnamen di Amerika Utara ini. Namun, sang ayah justru tidakhadir dalam seluruh laga Spanyol di Piala Dunia 2026, dan kondisi tersebut dipastikan tidak bakal berubah di laga final.

Nasraoui membeberkan bahwa dirinya tidak bisa melakukan perjalanan jauh ke Amerika Serikat lantaran menderita penyakit epilepsi. Kondisi kesehatan ini memaksanya mengonsumsi lima pil setiap hari demi mengontrol kejang, sehingga penerbangan jarak jauh menjadi sangat berisiko bagi keselamatan dirinya.

"Saya seorang penderita epilepsi. Saya kudu minum banyak obat setiap hari, dan saya bisa mengalami tegang kapan saja," ujar Nasraoui, seperti dikutip dari The Mirror.

"Saya bisa saja berada di sana [stadion] saat ini, namun di bawah pengaruh stres alias emosi nan tinggi, saya bisa tegang tanpa disadari. Jadi, Anda kudu memikirkan segala sesuatunya dengan matang. Sebelum bepergian, Anda kudu memikirkan kondisi saya, kondisi Lamine, dan semua orang di sekitar kami. Saya tidak mau berhujung dengan menyusahkan orang lain. Jadi, lebih baik tinggal di rumah dan menonton semua ini dari sini," bebernya.

Banner Gempita Bola 2026

Nasraoui memang cukup terbuka mengenai penyakitnya di media sosial. Ia mengaku kerap menjadi sasaran kejahatan dan dimanfaatkan orang lain lantaran kondisi kesehatannya tersebut.

Ayah Yamal apalagi sempat menjadi korban penusukan di sebuah tempat parkir sebulan setelah seremoni juara Euro 2024. Ia sekarang memilih untuk memberikan support dan angan untuk Yamal dari kediamannya di Katalunya.

Kesuksesan besar nan diraih Yamal saat ini tidak lepas dari tetesan keringat dan pengorbanan luar biasa keluarganya di masa lalu. Sang nenek, Fatima, dulu nekat meninggalkan Maroko dan menyelinap masuk ke dalam bus tanpa arsip resmi demi mengadu nasib di Spanyol.

Fatima menetap di Mataro, Katalunya, dan bekerja tanpa kenal capek dari pagi hingga malam. Uang hasil kerja kerasnya itu kemudian digunakan untuk bayar seseorang agar bisa membawa anaknya, Nasraoui yang saat itu tetap berumur 3 tahun, beserta saudaranya keluar dari Maroko menyusul ke Spanyol.

"Nenek saya datang sendiri naik bus. Dia menyelinap, berakhir di Algeciras, lampau Granada, hingga akhirnya sukses mencapai Mataro," kenang Lamine Yamal dalam sebuah siniar.

"Dia bekerja pagi, siang, dan malam, melakukan semuanya agar ayah saya bisa datang. Setelah uangnya cukup, dia bayar seorang wanita untuk membawa ayah dan tante saya ke Spanyol," ungkapnya.

Yamal dikenal sangat dekat dengan keluarganya dan tidak pernah melupakan asal-usulnya nan sederhana, meskipun sekarang dia telah menjelma jadi bintang sepak bola dunia.

Untuk menghormati darah Maroko dari sang ayah dan Guinea Khatulistiwa dari ibunya, Yamal secara unik memasang bendera kedua negara tersebut di sepatu bola nan dia gunakan di Piala Dunia 2026.

[Gambas:Video CNN]

(wiw/jun)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya