Alat Utama Tiba, Proyek HPAL Sambalagi Vale Masuk Babak Baru

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Vale Indonesia Tbk berbareng mitranya, GEM Co. Ltd. dan EcoPro, mencatat tonggak krusial dalam pembangunan proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi dengan tibanya autoclave, peralatan utama dalam proses pengolahan nikel, di Bungku Pesisir, Morowali, Sulawesi Tengah, Rabu (22/7/2026).

Momentum ini menandai kemajuan signifikan dalam pembangunan akomodasi pengolahan nikel berkarbon rendah nan menjadi bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, sekaligus mendukung agenda hilirisasi mineral nasional dan pengembangan rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Proyek HPAL Sambalagi merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) berasas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 9 Tahun 2022 dan Nomor 21 Tahun 2022.

Proyek ini dikembangkan melalui PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI), perusahaan patungan PT Vale Indonesia, GEM Co. Ltd. dan EcoPro yang berlokasi di Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Morowali, Sulawesi Tengah.

Kedatangan autoclave merupakan milestone strategis dalam tahapan bangunan proyek. Sebagai peralatan utama dalam teknologi HPAL, autoclave berkedudukan sebagai inti proses pengolahan bijih limonit melalui kombinasi suhu tinggi, tekanan tinggi, dan masam sulfat untuk mengekstraksi nikel dan kobalt secara efisien.

Hasil pengolahan tersebut berupa Mixed Hydroxide Precipitate (MHP), material antara nan menjadi bahan baku krusial dalam rantai pasok industri baterai kendaraan listrik.

Fasilitas HPAL Sambalagi dirancang mempunyai kapabilitas produksi sekitar 90.000 ton kandungan nikel per tahun dalam corak MHP, dengan pasokan bahan baku sekitar 10,4 juta ton bijih limonit per tahun nan berasal dari area pertambangan PT Vale di Bahodopi. Pabrik dibangun dalam tiga jalur produksi (Line A, B, dan C) sebagai bagian dari pengembangan akomodasi nan ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer PT Vale Indonesia Tbk Bernardus Irmanto mengatakan bahwa kehadiran autoclave menjadi simbol kemajuan nyata proyek sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan hilirisasi mineral nan berkelanjutan.

Menurut dia, kehadiran autoclave ini merupakan tonggak krusial dalam Proyek HPAL Sambalagi. Sebagai jantung dari proses HPAL, autoclave bakal memungkinkan pengolahan bijih limonit menjadi produk berbobot tambah tinggi nan mendukung rantai pasok dunia kendaraan listrik.

"Momentum ini mencerminkan komitmen PT Vale berbareng para mitra untuk menghadirkan industri pengolahan nikel nan berkekuatan saing, mengedepankan prinsip keberlanjutan, keselamatan kerja, serta memberikan faedah jangka panjang bagi Indonesia dan masyarakat di sekitar wilayah operasi," tuturnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap operasi nan lebih berkelanjutan, Proyek HPAL Sambalagi juga mengintegrasikan beragam solusi rendah karbon dalam kreasi fasilitasnya.

Adapun, kebutuhan listrik operasional bakal didukung oleh Waste Heat Recovery Power Generation (WHRPG) nan memanfaatkan panas sisa proses produksi untuk menghasilkan listrik secara lebih efisien. Selain itu, pengembangan pembangkit listrik tenaga surya juga direncanakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan daya bersih di area industri.

Selain membangun akomodasi pengolahan, proyek ini turut mengembangkan prasarana pendukung seperti dermaga logistik, akomodasi utilitas, area kediaman pekerja, serta beragam akomodasi sosial nan bakal menunjang operasional jangka panjang.

Hilirisasi Berkelanjutan Perkuat Kedaulatan Industri Nasional

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menegaskan bahwa pembangunan HPAL Sambalagi mencerminkan arah baru hilirisasi Indonesia nan tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai tambah mineral, tetapi juga menetapkan standar baru dalam kerjasama internasional, keberlanjutan, dan pembangunan nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat.

"HPAL Sambalagi hari ini menempatkan standar baru, bukan sekadar mengikuti standar nan sudah ada. Proyek ini adalah bukti nyata bahwa kerjasama lintas negara Indonesia, Korea Selatan, dan Tiongkok dapat melangkah selaras dengan kepentingan nasional kita, ialah membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Rosan.

Menurut Rosan, kehadiran autoclave merupakan simbol dari perjalanan nan lebih besar. Bukan hanya pembangunan sebuah akomodasi industri, tetapi langkah nyata dalam membangun ekosistem hilirisasi nan terintegrasi dan berkepanjangan untuk memperkuat daya saing Indonesia di masa depan.

"Hari ini kita memang menyambut kehadiran autoclave di HPAL Sambalagi. Namun nan sesungguhnya sedang kita bangun bukan hanya sebuah akomodasi industri. Kita sedang membangun ekosistem hilirisasi nan komplit dan masa depan nan lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Tengah dan Indonesia. Inilah makna sesungguhnya dari hilirisasi: menciptakan nilai, menciptakan kesempatan, dan menciptakan harapan," tambahnya.

Rosan juga mengapresiasi pengembangan area nan tidak hanya berfokus pada pembangunan akomodasi industri, tetapi turut menyediakan beragam akomodasi penunjang seperti sarana olahraga, ruang rekreasi, dan akomodasi sosial lainnya nan dapat memberikan faedah bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan pembangunan area industri nan inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup.

Lebih lanjut, dia menilai komitmen PT Vale berbareng para mitra dalam mengembangkan area industri rendah karbon sejalan dengan agenda Pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emissions, sehingga pembangunan nan dilakukan hari ini tidak hanya memberikan faedah ekonomi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.

Pemerintah Daerah Dukung Pengembangan Kawasan Industri Berkelanjutan

Senada, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny Arniwaty Lamadjido turut mengapresiasi pengembangan HPAL Sambalagi nan dinilai tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui hilirisasi, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek sosial. Menurutnya, pengembangan area industri seyogianya bisa menghadirkan faedah nan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

"Kami mengapresiasi komitmen PT Vale dan para mitra nan tidak hanya membangun area industri, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang serta membuka akses bagi masyarakat terhadap beragam akomodasi nan telah dibangun. Pendekatan seperti inilah nan kami harapkan, di mana pertumbuhan ekonomi melangkah seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan apresiasinya atas kemajuan pembangunan Proyek HPAL Sambalagi nan dinilai menjadi salah satu penggerak krusial pertumbuhan ekonomi wilayah sekaligus memperkuat posisi Morowali sebagai pusat hilirisasi mineral nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya