Anargya ITS Raih Tiga Penghargaan di Formula SAE Japan 2026

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Anargya EV Team dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali menorehkan prestasi di arena internasional. Berlaga dengan nomor E21 pada Formula Society of Automotive Engineers (FSAE) Japan 2026, tim mobil formula listrik tersebut sukses membawa pulang tiga penghargaan sekaligus.

Berdasarkan pengumuman resmi 24th Formula SAE Japan 2026 Award List, Anargya ITS meraih satu gelar juara pertama dan dua gelar juara kedua. Ketiganya ialah 1st Place Best Three-View Drawing Award, 2nd Place MathWorks Modeling Award, serta 2nd Place PR Award.

Torehan ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus membawa nama Indonesia semakin dikenal di panggung Formula Student dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Juara Pertama dari Ketelitian Gambar Teknik

Prestasi pertama diraih melalui Best Three-View Drawing Award. Anargya ITS keluar sebagai juara pertama, mengungguli Nagoya Institute of Technology dan Sophia University.

Kategori ini menilai ketepatan dan presisi gambar teknik kendaraan (tampak depan, samping, dan atas) sebagai representasi jeli dari proses perancangan dan integrasi antar komponen.

Gelar juara pertama ini menegaskan kematangan tim dalam menerjemahkan kendaraan nan kompleks menjadi pengarsipan engineering nan presisi dan mudah dievaluasi juri.

MATLAB dan Simulink Antarkan Anargya ke Podium Kedua

Anargya ITS meraih ranking kedua MathWorks Modeling Award, di bawah Nagoya Institute of Technology dan di atas Tohoku University.

Penghargaan ini diberikan atas pemanfaatan MATLAB dan Simulink untuk memodelkan accumulator 77S7P, motor controller, dan traction motor, lampau mengorelasikannya dengan info pengetesan aktual seperti dynotest dan CAN BMS.

Dari situ, tim mengidentifikasi enam golongan seri baterai nan membatasi performa accumulator, menggantinya, dan memvalidasi hasilnya lewat simulasi, bukti nyata pendekatan model-test-validate-improve dalam pengembangan kendaraan.

Engineering nan Juga Mampu Dikomunikasikan

Anargya ITS juga meraih 2nd Place PR Award dan menjadi satu-satunya tim Electric Vehicle (EV) nan menerima penghargaan tersebut di FSAE Japan 2026. Capaian ini tidak lepas dari kerjasama Public Relations dan Visual Media Anargya dalam mengemas serta mengkomunikasikan proses engineering dan penemuan tim kepada publik.

Ketiga penghargaan tersebut mencerminkan keahlian Anargya dalam desain, pemodelan berbasis data, serta komunikasi publik, sekaligus menjadi capaian membanggakan bagi Indonesia di kancah internasional.

Bersaing di Panggung Engineering Internasional

Formula SAE menuntut setiap tim mahasiswa menjalankan proses pengembangan kendaraan secara menyeluruh, layaknya tim engineering profesional.

Proses tersebut mencakup perancangan, perhitungan, simulasi, manufaktur, pengujian, validasi, hingga pengarsipan dan pertanggungjawaban setiap keputusan engineering di hadapan para juri.

Raihan satu juara pertama dan dua juara kedua menjadi pencapaian krusial bagi Anargya ITS, terlebih lantaran daftar penerima penghargaan pada kelas EV tahun ini juga diisi oleh universitas dengan tradisi engineering nan kuat, seperti Nagoya University, The University of Tokyo, Tohoku University, dan National Taiwan University.

Pencapaian tersebut menjadi hasil dari proses riset dan pengembangan kendaraan listrik nan dilakukan secara berkepanjangan oleh mahasiswa ITS, dengan pengetahuan nan terus terakumulasi lintas generasi tim, mencakup kreasi mekanik, sistem kelistrikan, baterai, kontrol kendaraan, hingga integrasi sistem.

Dengan pengalaman dari Formula SAE Japan 2026, Anargya ITS bakal terus melanjutkan pengembangan teknologi dan performa kendaraan untuk menghadapi kejuaraan berikutnya.

Dari bengkel mahasiswa di Kampus ITS Surabaya hingga panggung internasional, perjalanan Anargya ITS menunjukkan bahwa karya engineering mahasiswa Indonesia bisa bersaing ditingkat global. Demikian dilansir dari keterangan resmi dikutip Kamis (13/8).

(inh)

Selengkapnya