Singapura.(Google Maps)
PEMERINTAH Singapura mencatat 29.864 kelahiran hidup pada 2025, turun 11,4% dibandingkan 2024, sementara jumlah kematian nan tercatat naik tipis 0,2% menjadi 26.499, demikian disampaikan Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan Singapura pada Senin (27/7).
Menurut Laporan Pendaftaran Kelahiran dan Kematian 2025, bayi etnis Tionghoa mencatat proporsi terbesar dari total kelahiran hidup dengan 56,6%, diikuti etnis Melayu sebesar 22,5%, etnis India sebesar 11,5%, dan golongan etnis lainnya sebesar 9,4%.
Etnis Melayu terus mencatat tingkat kelahiran tertinggi dengan 11,8 kelahiran per 1.000 penduduk, diikuti oleh etnis India dengan 7,3 per 1.000. Etnis Tionghoa mencatat tingkat kelahiran terendah dengan 5,3 per 1.000 penduduk.
Sementara itu, kanker merupakan penyebab utama kematian pada 2025, sedangkan penyakit jantung dan hipertensi berada di urutan kedua. Jika digabungkan, keduanya menyumbang 52,1% dari seluruh kasus kematian nan tercatat.
Penyakit paru-paru dan sistem pernapasan menyumbang 24,7% dari total kematian, diikuti oleh penyakit serebrovaskular dengan 5,6%. Kematian akibat penyebab tidak alami, termasuk kecelakaan, bunuh diri dan aspek eksternal lainnya, menyumbang 2% dari seluruh kematian nan tercatat, menurut laporan itu. (Ant/P-3)








English (US) ·
Indonesian (ID) ·