Anti-serangan Balik Timnas Indonesia Lemah, Singapura Mengancam

55 menit yang lalu 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Kekalahan dari Vietnam dalam Piala AFF 2026 menunjukkan anti-serangan balik Timnas Indonesia lemah dan jadi titik celah utama.

Tiga gol nan disarangkan Vietnam ke gawang Nadeo Argawinata sama-sama tercipta lewat skema serangan balik. Bola nan masuk juga sama, di antara perspektif sempit tiang dan kiper.

Saat melawan Timor Leste di Chonburi, Thailand, serangan kembali juga jadi senjata lawan. Namun, saat itu penyelesaian akhir Timor lemah, sehingga tidak ada gol nan tercipta. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu pula saat melawan Kamboja, serangan kembali musuh merepotkan. Adapun satu gol Kamboja ke gawang Nadeo tercipta di perspektif sempit dari posisi sebelah kanan Indonesia.

Ini tanda bahaya. Pasalnya Singapura merupakan tim nan banyak mengandalkan serangan balik. Saat melawan Kamboja, gol Singapura tercipta lewat serangan balik.

Melawan tim nan kuat dalam penguasaan bola seperti Indonesia, serangan kembali jadi opsi realistis untuk mencetak gol. Kelemahan antisipasi serangan kembali niscaya jadi eksploitasi. 

Pada saat nan sama sisi kanan pertahanan Indonesia jadi bahan eksplorasi musuh sekaligus titik serangan. Saat melawan Vietnam adalah bukti nyata kelemahan tersebut.

John Herdman seperti tidak punya opsi serangan dengan dominan di sisi kanan lewat Thom Haye dan Eliano Reijnders. Pola ini bisa dimentahkan dengan baik oleh Vietnam.

Akankah anti-serangan kembali Timnas Indonesia membaik saat menghadapi Singapura dalam laga pemungkas Grup A di Stadion Jalan Besar pada Jumat (7/8)? Semoga Herdman teliti. 

[Gambas:Video CNN]

(abs/rhr)

Selengkapnya