Antisipasi Bencana, Unjani Gelar International Disaster Management Jamboree

1 jam yang lalu 2
Antisipasi Bencana, Unjani Gelar International Disaster Management Jamboree Para peserta saat penutupan International Disaster Management Jamboree 2026 nan digelar Universitas Jenderal Ahmad Yani, di Kota Cimahi, Jawa Barat.(MI/SUMARIYADI)

UNIVERSITAS Jenderal Ahmad Yani telah menggelar International Disaster Management Jamboree 2026 nan ditutup pada, Selasa (25/8).

Kegiatan simulasi dan kejuaraan penanganan bencana nan berjalan selama dua hari ini menjadi arena pembuktian kesiapsiagaan tim medis dalam menghadapi situasi darurat.

Tahun ini, arena internasional tersebut digelar beriringan dengan rangkaian Pekan Ilmiah Tahunan (PIT) Fakultas Kedokteran (FK) UNJANI. Rangkaian aktivitas nan berjalan sejak Senin hingga Selasa tersebut mengombinasikan unsur kejuaraan dan edukasi teknis simulasi kebencanaan.

Wakil Rektor IV UNJANI, Dr. dr. Sylvia Mustika Sari, M.Med., Ed., mengungkapkan bahwa arena tahunan ini diikuti oleh belasan tim dari beragam lembaga nasional hingga mancanegara.

"Alhamdulillah hari ini sudah ada penutupan Jambore nan berjalan selama dua hari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana, tapi dikemas dalam corak kejuaraan dan edukasi. Ada 16 peserta nan semuanya berbentuk tim," ungkapnya, Selasa.

Dia menjelaskan, ke-16 tim peserta nan berperan-serta tidak hanya berasal dari kalangan mahasiswa internal, melainkan juga melibatkan Public Safety Center (PSC), Dinas Kesehatan, hingga mahasiswa asing asal Prancis.

Dua tim mahasiswa asing itu berasal University of Lyon dari Prancis. Kedua tim mengikuti gelaran ini lantaran mahasiswanya sedang menjalankan program student mobility di Unjani.


BENCANA DI PERKOTAAN

Berbeda dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya nan berfokus pada musibah pesisir pantai, Jambore Internasional 2026 kali ini berfokus pada penanganan musibah di area perkotaan (urban disaster).

"Kami memfasilitasi pengalaman mereka untuk melakukan simulasi khususnya terjadinya urban disaster, seperti musibah gempa bumi di perkotaan. Situasi dibuat sedemikian rupa agar nyaris mirip dengan kondisi riil," lanjut Sylvia.

Dalam gelaran ini, para peserta diuji kemampuannya dalam menjalankan peran sebagai Tim Medis Darurat (Emergency Medical Team) melalui skenario pengamanan berjenjang nan memerlukan penanganan sigap dan presisi.

"Mereka berkedudukan sebagai emergency medical team untuk melakukan pengamanan pasien di dalam gedung, pengamanan sebelum ditransportasi ke rumah sakit, hingga penanganan lanjutan di rumah sakit," tambahnya.

Sementara itu, Dekan FK UNJANI, Dr. Iis Inayati R, dr., M.Kes., menegaskan bahwa konsistensi pemeliharaan tema kebencanaan ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam merealisasikan kelebihan akademis.

"Kenapa kita kudu konsisten? Karena visi kita adalah kedaruratan dan manajemen bencana. Seluruh proses rutinitas setiap tahun ini diarahkan untuk bisa berakibat terhadap lingkungan mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana. Intinya, ini adalah corak penerapan dari visi Fakultas Kedokteran UNJANI," tegasnya.

Selengkapnya