Antisipasi Karhutla, Walhi Jabar patroli bersama Polhut BBKSDA

44 menit yang lalu 2
Antisipasi Karhutla, Walhi Jabar patroli berbareng Polhut BBKSDA Petugas BPBD dan Damkar Tasikmalaya melakukan upaya pemadaman lahan nan membakar ilalang kering didiga dipicu dari aktivitas manusia membung puntung rokok sembarangan.(MI/KRISTIADI)

MUSIM kemarau nan terjadi di beragam wilayah menyebabkan kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan seluas 30 hektare dan Taman Baru Masigit Kareumbi, Sumedang seluas 2 hektare. Kebakaran lahan juga terjadi di wilayah Garut, Tasikmalaya dan Ciamis.

Ketua Dewan Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jabar dan sebagai Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Nasional, Dedi Kurniawan mengatakan, musim kemarau nan terjadi di beragam wilayah menyebabkan kebakaran rimba dan lahan. Kebakaran rimba dan lahan telah terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai, Kuningan seluas 30 hektare dan Taman Baru Masigit Kareumbi, Sumedang.

"Kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di Kuningan dan Sumedang masuk rimba lindung serta sisanya di wilayah Garut, Tasikmalaya dan Ciamis merupakan area ilalang. Karena, lahan terbakar paling banyak tanah milik, tanah desa, lahan kosong diduga unsur kesengajaan buang puntung rokok serta membakar sampah," ujar, Dedi Kurniawan, Kamis (30/7/2026).

Menurut Dedi, antisipasi kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) perlu dilakukannya patroli dengan melibatkan penduduk dibantu Polhut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Namun, kebakaran rimba dan lahan tidak bisa diprediksi dan nan menjadi hambatan kesadaran pegawai perusahaan seperti mengusaha wisata, golongan masyarakat dan lembaga masyarakat desa rimba (LMDH).

"Kami memandang kepedulian dari pemerintah pada masyarakat tidak ada apresiasi dan karhutla butuh operasional, kendaraan mempuni, sarana dan prasarana. Karena, ada beberapa titik area rimba dan lahan di Jabar mengalami kerusakan," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko mengatakan, kebakaran lahan sejak awal Januari hingga Juli 2026 tercatat 209 kejadian hingga sukses ditangani, didominasi kebakaran nonlahan dan meningkat di musim kemarau. Namun, kebakaran lahan di wilayahnya tercatat 64 kejadian dan 146 nonlahan menjadi perhatian serius lantaran dapat berpotensi meningkat seiring akibat El Nino.

"Peningkatan kebakaran di wilayah Garut menunjukkan adanya peningkatan akibat dan perlu diantisipasi berbareng terutama kewaspadaan serta upaya pencegahan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, memastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi kondusif guna mencegah terjadi kebakaran," pungkasnya.(H-2)

Selengkapnya