Apakah Argentina Bisa Patahkan Kutukan Juara Bertahan?

3 hari yang lalu 7

Jakarta, CNN Indonesia --

Argentina jadi tim keenam nan lolos ke final Piala Dunia dengan status juara bertahan. Namun dalam tiga kesempatan terakhir, tidak ada tim juara memperkuat nan bisa kembali memenangkan gelar.

Dalam tren juara memperkuat nan bisa kembali lolos ke final Piala Dunia jenis berikutnya, Italia dan Brasil bisa mengawali tren tersebut dengan positif. Italia juara beruntun di 1934 dan 1938 sedangkan Brasil jadi pemenang di 1958 dan 1962.

Namun setelah trofi Piala Dunia berganti dari trofi Jules Rimet ke trofi Piala Dunia saat ini, belum ada juara memperkuat nan bisa meraih dua gelar juara Piala Dunia beruntun. Padahal, ada tiga tim nan punya kesempatan melakukannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Argentina apalagi jadi tim pertama nan memulai tren tersebut. Diego Maradona dan kawan-kawan sukses lolos ke final Piala Dunia 1990 dengan status juara memperkuat namun kemudian kalah tipis 0-1 dari Jerman Barat di laga final.

Delapan tahun kemudian, situasi nan sama menghinggapi Brasil. Brasil, juara Piala Dunia 1994 nan tetap punya tim super di Piala Dunia 1998 secara mengejutkan kalah di tangan Prancis dengan skor 0-3.

Momen terakhir ada di Piala Dunia 2022 empat tahun silam. Prancis nan berstatus juara memperkuat kudu mengakui kelebihan Argentina lewat adu penalti.

Banner Gempita Bola 2026

Kini giliran Argentina nan memegang kendali. Argentina bisa memutus tren jelek itu di final Piala Dunia 2026 ketika mereka menghadapi Spanyol.

Argentina punya materi tim nan mumpuni untuk mengalahkan Spanyol. Namun Spanyol juga punya kualitas untuk membikin Argentina mengikuti juara memperkuat di tiga kesempatan sebelumnya.

[Gambas:Video CNN]

(ptr/sry)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya