Api Membumbung Hanguskan Rumah Warga Efek Rudal Rusia Hantam Kyiv-Lviv

41 menit yang lalu 2

Serangan Rusia kembali mengguncang Ukraina. Rentetan rudal menghantam sejumlah wilayah.

Smoke rises in the city during a Russian missile strike, amid Russia's attack on Ukraine, in Kyiv, Ukraine July 30, 2026. REUTERS/Gleb Garanich     TPX IMAGES OF THE DAY

Serangan Rusia kembali mengguncang Ukraina. Rentetan rudal menghantam sejumlah wilayah pada Kamis (30/7/2026), termasuk ibu kota Kyiv dan Kota Lviv di bagian barat negara itu. (REUTERS/Gleb Garanich)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Di Kyiv, kepulan asap membumbung tinggi dari sejumlah titik usai serangan. Tim pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api dan mengamankan letak nan terdampak. (REUTERS/Stringer)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Serangan tersebut juga menyebabkan kerusakan pada kendaraan dan gedung di sekitar area nan menjadi sasaran.  (REUTERS/Stringer)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Sebuah mobil tampak hancur akibat ledakan, sementara sejumlah akomodasi di area kota mengalami kerusakan. (REUTERS/Stringer)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-LVIV

Warga terlihat mendatangi letak untuk memandang kondisi gedung dan kios-kios nan terdampak. (REUTERS/Roman Baluk)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-LVIV

Sementara itu, di Kota Lviv, sebuah gedung apartemen menjadi sasaran serangan rudal. Bangunan mengalami kerusakan cukup parah, memaksa petugas penyelamat dan tenaga medis melakukan pemindahan terhadap para korban.  (REUTERS/Roman Baluk)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-LVIV

Suasana duka dan kepanikan menyelimuti area permukiman, sementara penduduk lainnya tampak menyaksikan kondisi gedung nan rusak akibat ledakan. (REUTERS/Roman Baluk)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-LVIV

Hingga kini, otoritas Ukraina tetap melakukan pendataan terhadap akibat serangan, termasuk jumlah korban dan tingkat kerusakan nan ditimbulkan. (REUTERS/Stringer)

UKRAINE-CRISIS/ATTACK-KYIV

Serangan terbaru ini kembali menunjukkan bentrok antara Rusia dan Ukraina tetap terus berlangsung, dengan area sipil kembali menjadi salah satu wilayah nan terdampak akibat eskalasi perang. (REUTERS/Alina Smutko)

Selengkapnya