APPI Kritik Jadwal Padat Piala Presiden, Ingatkan soal Risiko Cedera

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) mengkritik jadwal Piala Presiden 2026 nan dipandang terlampau padat.

Dalam pernyataan di Instagram, APPI menyoroti kondisi bentuk pemain di tengah jarak antarpertandingan Piala Presiden 2026. Mereka memandang padatnya agenda dapat berpengaruh pada pemulihan serta meningkatkan akibat cedera.

"APPI memandang bahwa agenda pertandingan dengan jarak pemulihan sekitar satu hari perlu menjadi bahan evaluasi. Terlebih Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, ialah fase ketika pemain tetap dalam proses membangun kondisi fisik, meningkatkan kapabilitas kebugaran, serta beradaptasi dengan intensitas latihan dan pertandingan setelah masa jarak kompetisi."

"Jadwal nan terlalu padat tanpa waktu pemulihan nan memadai berpotensi meningkatkan akibat cedera, kelelahan, serta berakibat pada performa dan kesiapan pemain dalam menghadapi kejuaraan resmi," tulis APPI di Instagram.

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejauh ini, Piala Presiden 2026 sudah 'makan korban' tiga pemain. Mereka adalah dua penggawa Persib Bandung ialah Berguinho dan Dion Marx serta pilar krusial Persebaya Surabaya, Alex Martins.

Berguinho mengalami cedera di babak penyisihan saat melawan Tampines Rovers. Pemulihannya diproyeksikan butuh waktu satu bulan. Sedangkan Dion Markx juga terpaksa menepi lantaran masalah pada fisiknya ketika memihak Maung Bandung di babak penyisihan.

Lalu Alex Martins dikabarkan menderita cedera bahu saat menghadapi Port FC. Sang striker terpaksa sementara dipinggirkan agar Bajul Ijo bisa maksimal di Super League 2026/2027.

Pada babak penyisihan Piala Presiden 2026, jarak pertandingan setidaknya dua hari penuh untuk peserta. Sedangkan di semifinal ke final hanya terpaut satu hari bagi para pemain untuk pemulihan.

CNNIndonesia.com telah menghubungi personil Steering Committee Piala Presiden 2026 sekaligus personil Exco PSSI, Arya Sinulingga, namun nan berkepentingan belum memberi pernyataan.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/jal)

Selengkapnya